Buka Musrenbang Ujungloe, Bupati: Program Tidak Boleh Muncul Tiba-Tiba

Bupati Bulukumba membuka acara Musrenbang Kecamatan Ujungloe

Terkini.id,Bulukumba –  Ada yang menarik dari pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, Jumat 15 Februari 2019.

Hampir semua anggota DPRD dari Dapil Ujungbulu, Ujungloe dan Bontobahari menghadiri Musrenbang tersebut.  Dari 11 legislator dari dapil itu, sebanyak 8 orang hadir mendengar aspirasi masyarakat di forum tersebut.

Tampak sejumlah legislator seperti Andi Pangerang, H. Patudangi,  Fahidin,  Syamsir Paro, Lukman,  Safiuddin, Usman Isdar, dan Siti Aminah Syam.

Pelaksana Tugas Kepala Bappeda M Ali Saleng dalam sambutannya mengatakan  Ujungloe adalah kecamatan yang ke 6 melaksanakan Musrenbang.

Menurut Ali Saleng, kegiatan tersebut harus dilakukan setiap tahun karena menjadi amanah dalam undang undang perencanaan nasional. Dimana apa yang akan dikerjakan harus direncanakan satu tahun sebelumnya.

“Kenapa kita harus selau Musrenbang? karena tidak mungkin usulan yang diajukan ke kementerian akan disetujui anggarannya jika tidak ada di dalam dokumen usulan hasil musrenbang kecamatan,”ujar Ali Saleng.

Selain itu, kata Ali, Musrenbang juga menjadi forum penjaringan aspirasi untuk kemudian diakomodir oleh OPD masing-masing, yang akan dimasukkan dalam rencana kerja pembangunan daerah atau RKPD.

“Kami berharap usulan dari Kecamatan Ujungloe ini,  harus betul-betul berdasarkan kebutuhan prioritas bukan keinginan,” pinta mantan Camat Ujungloe ini.

Sedangkan Andi Pangerang yang didaulat mewakili DPRD memberikan sambutan menyampaikan Musrenbang memang harus dilaksanakan setiap tahunnya, karena itu salah satu tahapan dalam penyusunan APBD.

“Dari 1,5 triliun APBD kita tahun 2019 ini,  sebanyak 300 milyar digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang dibagi secara proporsional ke 136 desa kelurahan,”ungkapnya.

Bupati AM Sukri Sappewali yang turut hadir membuka Musrenbang Kecamatan Ujungloe mengapresiasi banyaknya anggota DPRD yang hadir, sebagai bentuk kebersamaan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Bupati berlatar belakang TNI ini pun mendoakan, semoga mereka dapat terpilih kembali dalam Pemilu 2019.

“Karena anggaran terbatas, makanya Musrenbang bertujuan untuk memilah usulan program yang paling prioritas dari semua desa kelurahan,” ucapnya.

Dikatakan Sukri, Musrenbang adalah forum resmi yang diakui dalam tahapan perencanaan, sehingga tidak boleh nanti tiba-tiba ada usulan yang muncul saat pembahasan anggaran. Sekalipun itu usulan dari bupati maupun anggota DPRD.

“Tidak boleh tiba-tiba muncul,  meski itu usulan dari bupati atau pun aspirasi dari anggota DPRD. Kalau tidak ada di hasil musrenbang, tidak bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Menurutnya, dengan adanya e-planning, maka jika ada usulan proyek yang muncul namun tidak ada di hasil musrenbang,  maka itu akan menjadi temuan pemerintah pusat dan tidak akan dianggarkan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini