Buka Rakerwil II DMI Sulsel, Gubernur NA Janji Siapkan Anggaran Rp1 Miliar

Rakerwil II DMI Sulsel

Terkini.id, Makassar – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II DMI Sulawesi Selatan di Hotel Denpasar, Jalan Boulevard Makassar 24 Desember 2019.

Rakerwil tersebut mengangkat tema Peran dan Kontribusi Masjid Dalam Memantapkan Kedamaian Masyarakat Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rakerwil I ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah. Selain itu, juga turut hadir Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Mas Guntur Laupe, perwakilan Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Ketua Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Selatan, Mayor Jenderal (Mayjen) Purn. H. Muhammad Amin Syam, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Penjabat Walikota Makassar, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Rapat Kerja Wilayah II Dewan Masjid Indonesia, Nasiruddin Pasigai, SH. MH mengatakan Rakerwil ini akan membahas sejumlah agenda yang terbagi dalam tiga komisi, yakni Komisi Idarah (Manajemen Masjid yang Baik), Komisi Imarah (Pengelolaan Masjid dengan Baik), dan Komisi Riayah (Pengelolaan Fisik, Sarana Masjid, dengan baik).

Rakerwil II DMI Sulsel

“Rapat Kerja Wilayah II DMI Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungs masjid di tengah masyarakat,” ujarnya.

Disebutkan pula bahwa Rakerwil II DMI ini diikuti sekitar 120 peserta perwakilan DMI dari setiap kabupaten dan kota se- Sulawesi Selatan.

“Di sini kita akan melakukan konsolidasi organisasi bersama dengan DMI tingkat kabupaten dan Kota untuk program-program DMI ke depan,” pungkasnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Selatan, Mayor Jenderal (Mayjen) Purn. H. Muhammad Amin Syam dalam sambutannya masjid membutuhkan manajemen pengelolaan dan sinergitas dengan seluruh elemen untuk mengoptimalkan peran dan fungsi masjid.

“Mari kita mewujudkan fungsi masjid yang sesungguhnya dan menjadi pengayom dan pembina bagi seluruh masjid yang ada di Sulawesi Selatan,” bebernya.

Rakerwil II DMI Sulsel

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini juga mengaku bangga menjadi pengurus masjid. Alasannya karena mngurusi dan melakukan pembinaan dalam mengurus rumah Allah.

“Besar harapan kita semua agar bisa mewujudkan fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat pengembangan keagamaan dan pemersatu ummat,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menyiapkan anggaran senilai Rp1 miliar untuk Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel pada tahun 2020 mendatang.

“Saya sudah bilangin, Rp200 juta untuk organisasi sebesar DMI, mengurus sekian ribu masjid tapi Rp 200 juta mana cukup? Apalagi itu untuk dua tahun, makanya Insya Allah 2020 ini kita siapkan Rp1 miliar,” tegas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu di hadapan para pengurus DMI se Sulawesi Selatan di Hotel Denpasar 24 Desember 2019.

Kapolda Sulsel, Irjen Mas Guntur Laupe saat membawakan materi di
Rakerwil II DMI Sulsel

Ia juga menyampaikan agar organisasi-organisasi tidak sungkan-sungkan menyampaikan ke Pemprov Sulsel kedepannya.

“Termasuk kalau DMI mau keluar kemana, minta fasilitas ke Pemprov. Tidak ada sesuatu yang berat kalau kita ikut memikirkan semua. Tidak ada yang sulit hari ini, tidak ada lagi sekat diantara kita, apalagi dengan teman-teman DMI,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Masika ICMI Makassar: Kas Masjid untuk Amal Jariyah Hadapi Covid-19

ACT Sulsel Kolaborasi Satgas IDI Makassar Tanggap Covid-19

Masika ICMI Sulsel Bagi Masker dan Cairan Hand Sanitizer ke Pengendara

Begini Respon AIESEC Indonesia Terhadap Wabah Covid-19

57 Organisasi dan Komunitas Berkontribusi dalam Aksi Bersama Bersih Pantai Tanjung Bayang

Peduli Covid-19, Jurnalis Makassar Bergerak Bantu Tenaga Medis dan Nonmedis

Di Tengah Wabah Covid-19, IJS Peduli Bantu Masjid di Lembanna Malino

57 Organisasi dan Komunitas Berkontribusi dalam Aksi Bersama Bersih Pantai Tanjung Bayang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar