Buntut Dari Pernyataan Edy Soal Lokasi IKN, Brigjen Ahmad Ramadhan : Percayakan Kasus Ini Kepada Polri

Buntut Dari Pernyataan Edy Soal Lokasi IKN, Brigjen Ahmad Ramadhan : Percayakan Kasus Ini Kepada Polri

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan meminta masyarakat untuk tetap tenang terkait kasus pernyataan Edy Mulyadi saat mengkritik lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ia mengimbau agar masyarakat mempercayakan kasus tersebut kepada Polri.

“Kami Polri meminta masyarakat kita imbau untuk tenang dan percayakan penangannya kasus ini kepada Polri,” jelas Ramadhan.

Ramadhan juga menyampaikan bahwa Baereskrim Polri akan penyelidikan atas semua laporan,pengaduan dan pernyataan darri berbagai elemen masyarakat.

“Semua laporan polisi, pengaduan dan pernyataan sikap dari berbagai elemen masyarkat akan dilakukan penyidikan dan penyidik oleh Bareskrim Polri. Ini terkait dengan pelaku yang sama saudar EM,”ujar Ramadhan, dilansir dari Kompascom. Selasa, 25 Januari 2022.

Baca Juga

Sedikitnya ada empat laporan polisi yang diajukan di tingkat Mabes dan Polda, menurut Ramadhan.

Satuan Reserse Kriminal Polri mendapat dua laporan, sedangkan Polda Sulawesi Utara dan Polda Kaltim masing-masing satu laporan.

Setelah itu, polisi menerima 16 pengaduan masyarakat dan 18 pernyataan sikap terkait pernyataan Edy.

Pernyataan itu berkaitan dengan kritikan Edy yang menolak perpindahan IKN ke Kalimantan Timur dengan menyebutkan istilah “tempat jin buang anak”.

Dalam video yang beredar Edy Mulyadi mengkritik bahwa lahan ibu kota negara (IKN) baru tak strategis dan tidak cocok untuk berinvestasi.

“Bisa memahami enggak, ini ada tempat elite punya sendiri yang harganya mahal punya gedung sendirian, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak,” ujar Edy dalam video di kanal YouTube Mimbar Tube.

Terkait pernyataan itu, Edy pun memberikan klarifikasi dan meminta maat aas pernyataanya tersebut.

Menurut dia, itu hanya istilah yang menandakan suatu tempat jauh dan terpencil.

“Nah di Jakarta, tempat jin buang anak itu untuk menggambarkan tempat jauh,” kata Edy.

Edy menilai adaa pihak yang berupaya memainkan isu tersebut hingga menjadi ramai.

Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya itu tidak ada niatan untuk merendahkan dan menghina pihak tertentu.

“Itu mau dianggap salah, tidak salah, saya tetap minta maaf,” kata Edy.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.