Terkini.id, Jakarta- Baru-baru ini, Polri menyampaikan ketegasannya untuk tidak akan membuka motif pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J ke publik.
Salah satu alasannya karena motif pembunuhan Brigadir J terbilang sensitif.
Sebagaimana yang dirangkum dari Detik.com, setidaknya ada tiga alasan motif pembunuhan Brigadir J tidak dibuka untu publik.
Alasan pertama, Polri mengungkapkan bahwa harus menjaga perasaan kedua belah pihak. Baik pihak Brigadir J maupun Ferdy Sambo.
Alasan tersebut disampaikan langsung Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Bareskrim Polri, Kamis 11 Agustus 2022.
- Polri Hadirkan 6 SPPG di Papua, Perluas Layanan Gizi untuk Rakyat di Kawasan 3T
- Misteri Kematian Guru di Soppeng, Polisi Lakukan Otopsi dan Periksa Saksi
- Refleksi HUT Ke-79 Polri: Menjaga Marwah, Merawat Kepercayaan
- Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Apresiasi Dedikasi Polri Untuk Masyarakat di HUT ke-79
- Ngeri! Penjual Bambu di Soppeng Diduga Cabuli Anak Tetangga Berulang Kali, Korban Diimingi Uang Rp10.000
“Baik, rekan-rekan, Pak Kabareskrim sudah menyampaikan untuk motif ini Pak Kabareskrim menyampaikan harus menjaga perasaan dua pihak, baik pihak dari Brigadir Yoshua maupun pihaknya dari Saudara FS,” kata Irjen Dedi.
Kedua, Irjen Dedi menyinggung pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut kasus penembakan Brigadir J terbilang kasus yang sensitif.
Irjen Dedi pun menilai, jika motif pembunuhan Brigadir J menjadi konsumsi publik maka akan menimbulkan pandangan yang berbeda-beda.
“Dan Pak Menko Polhukam sudah menyampaikan juga karena ini masalah sensitif nanti akan dibuka di persidangan. Di persidangan silakan, kalau dikonsumsi ke publik nanti timbul image yang berbeda-beda,” ujarnya.
Sementara untuk alasan yang ketiga adalah motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo merupakan materi penyidikan.
Sehingga Dedi menyampaikan untuk motif pembunuhan biar nanti disampaikan di persidangan.
“Karena ini materi penyidikan dan semuanya nanti akan diuji di persidangan insyaallah nanti akan disampaikan di persidangan,” jelas Dedi.
Penjelasan mengenai tak diungkapnya motif Irjen Ferdy Sambo memerintahkan penembakan Brigadir J juga disampaikan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.
Komjen Agus menyebut pihaknya tak bisa mengumumkan motif Sambo.
“Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah (motif pembunuhan berencana Brigadir J) jadi konsumsi penyidik,” ujar Komjen Agus kepada wartawan, Rabu 10 Agustus 2022.
“Nanti mudah-mudahan (motif) terbuka saat persidangan,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
