Bupati Jeneponto Buka Secara Resmi Aksi 3 Rembuk Stunting, ini Penegasannya

Bupati Jeneponto Buka Secara Resmi Aksi 3 Rembuk Stunting, ini Penegasannya

HZ
Syarief
Hasbi Zainuddin

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar buka secara resmi pertemuan aksi 3 rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bersama Bappeda Pemkab Jeneponto.

Pertemuan aksi 3 rembuk Stunting yang  berlangsung di ruang Kala’birang rumah jabatan Bupati Jeneponto, jalan Sirajuddin, Kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu, 30 Juni 2021.

Hadir, Ketua Komisi IV Anggota DPRD Jeneponto, Ketua TP PKK Jeneponto, Hj Hamsiah, beberapa Kepala OPD, Tim INEY Bina Bangda Kemendagri, Bappelidbagda Provinsi SulSel, Tim Peneliti Litbangkes Kemenkes, Camat lokous Stunting 2021, TP PKK Kecamatan, Kepala Puskesmas lokus Stunting, tim ahli LP3MD,Kepala Desa dan Kelurahan lokus Stunting serta beberapa LSM.

Ketua panitia pelaksana yang juga sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Amiluddin dalam laporannya menyampaikan tujuan pelaksanaan pertemuan aksi 3 rembuk Stunting.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun komitmen bersama pemerintah daerah Kabupaten Jeneponto sekaligus mengambil langkah-Iangkah percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Jeneponto melalui penetapan kebijakan program masing-masing Perangkat Daerah (PD) terhadap pemberian intervensi gizi baik spesifik maupun sensitif,” kata Aminuddin.

Baca Juga

Amiruddin juga menyampaikan dasar dan latar belakang pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Sesuia hasil pengukuran (PPGBM) terdapat balita stunting sebanyak 3.633 Balita dari 24.078 balita yang duukur dengan prevalensi sebesar 15.1 persen dari 113 desa/kelurahan, untuk Itu duperlukan upaya konvergensi percepatan penurunan Stunting mulan dari tahap perencanaan sampai tahap evaluasi,” jelas Aminuddin.

 
Terkait dengan dasar pelaksanaan, Aminuddin menyampaikan, kegiatan itu dilaksanakan berdasarkan surat Kementerian Dalam Negeri RI nomor 440/2159/Bangda tanggal 26 Mei 2020 perihal pelaksanaan rembuk Stunting pada kondisi Pandemi Corona Virus Disease sesuai dengan protokol kesehatan. 

“Kegiatan ini dilaksanakan juga berdasarkan, Permenkes Nomor 12 tahun 2021 tentang petunjuk teknis penggunaan dana Dak Non Fisik, Surat Bupati Nomor : 005/35.1Nl/2021 tentang Penemuan Aksi 3 (tiga) Rembuk Stunting Parcepalan Penurunan Stunting,” terangnya 

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya mengatakan, Anak kerdil (stunting) merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional.

“Selain menghambat tumbuh kembang anak dan rentan terhadap penyakit, stunting juga mempengaruhi perkembangan otak yang membuat tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko mengurangi produktivitas pada saat dewasa. Stunting dan masalah gizi lainnya diperkirakan berkontribusi pada hilangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya,” ungkap Iksan Iskandar.

Menurutnya, Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan permasalahan  yang ada, rencana kegiatan dan pelaksanaan kegiatan intervensi penurunan Stunting yang dilakukan bersama-sama antara Perangkat Daerah (PD), penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dalam Upaya percepatan pencegahan stunting.   

“Kami sangat mengharapkan, rembuk Stunting ini menghasilkan komitmen bersama penurunan stunting, khususnya di 20 desa/kelurahan lokus tahun ini dan menghasilkan rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja PD. Yang tentunya hasil rembuk dapat dijadikan dasar gerakan penurunan stunting melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar PD penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat,” terang Iksan Iskandar.

 Bupati Jeneponto dua periode menegaskan agar peserta aksi 3 rembuk Stunting dapat mengikuti pertemuan itu dengan baik.

“Dengan pentingnya rembuk ini, saya tegaskan kepada semua peserta untuk serius mengikuti kegiatan ini agar dapat menghasilkan komitmen bersama yang dapat membasmi Stunting di Jeneponto,” tutup Iksan Iskandar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.