Masuk

Bupati Serahkan Ranperda Perubahan APBD 2022 Kepada DPRD Jeneponto

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Bupati Iksan Iskandar menyerahkan rancangan peraturan daerah perubahan APBD tahun 2022, penyerah Ranperda tersebut dilakukan dalam rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Jumat, 23 September 2022.

Hadir dalam rapat Paripurna tersebut, anggota DPRD lainnya, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat dan stakeholder. Ranperda perubahan APBD tahun 2022 itu diterima langsung Ketua DPRD Jeneponto, Arifuddin dari Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar.

Penyerahan Ranperda tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut dari Kesepakatan perubahan KUA/PPAS, Senin, 19 September 2022, dimana pemerintah daerah melalui tim anggaran dan tim review inspektorat daerah telah melaksanakan tahapan verifikasi dan review perubahan RKA perangkat daerah dan dilakukan kompilasi menjadi Ranperda perubahan APBD.

Baca Juga: Pemkab Jeneponto Kerjasama Baznas Serta UIN dalam Pengelolaan Zakat dan Pendidikan

Pada kesempatan itu, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar memaparkan struktur perubahan APBD yang termuat dalam Ranperda yang diserahkan kepada DPRD untuk dibahas.

“Target penerimaan pendapatan daerah direncanakan bertambah sebesar lebih dari 20 milyar tahun ini. Salah satu yang menyebabkan peningkatan target karena adanya penerimaan dividen dan penerimaan bunga atas penempatan uang daerah yang melampaui target,” kata Iksan Iskandar.

Iksan Iskandar menjabarkan terkait alokasi belanja daerah yang direncanakan bertambah sebesar lebih dari 65 miliyar 

Baca Juga: Bupati dan Wabup Jeneponto Lepas Peserta Jalan Santai Meriahkan HKN Ke-58

“Penambahan itu nantinya akan dialokasikan pada belanja untuk menunjang sasaran prioritas pencapaian target kinerja perangkat daerah, dukungan peningkatan infrastruktur publik, dukungan prioritas penurunan stunting termasuk juga rencana belanja atas penyelesaian pembayaran kewajiban program kegiatan yang belum terbayarkan pada tahun sebelumnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iksan menyampaikan, ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan perubahan APBD Tahun 2022.

“Diantaranya kondisi ekonomi makro daerah, kapasitas finansial daerah, pemenuhan urusan wajib daerah, serta upaya pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah daerah,” terangnya.

Setelah penyerahan, agenda selanjutnya yakni akan dilakukan pembahasan oleh badan anggaran (Banggar) DPRD bersama dengan tim anggaran pemerintah daerah dan mitra kerja perangkat daerah