Muslim Arbi Minta Pemerintah Fokus Dengan Rakyat Dibanding Pelihara Buzzer

Muslim Arbi Minta Pemerintah Fokus Dengan Rakyat Dibanding Pelihara Buzzer

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Muslim Arbi selaku Direktur Gerakan Perubahan memberikan tanggapannya terkait kenaikan harga subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pegiat media sosial alias buzzer.

Muslim Arbi mengatakan seharusnya pemerintah memakai uang rakyat hanya untuk kepentingan rakyat.

Muslim Arbi memberikan contoh seperti uang rakyat dapat digunakan untuk pemberian subsidi BBM kepada masyarakat yang membutuhkan.

Jika pemerintah memilih jalan untuk fokus dengan kepentingan rakyat, niscaya hal itu merupakan perbuatan yang sangat mulia dibandingkan dengan memelihara buzzer yang kerjanya mengadu domba anak bangsa.

“Sebaiknya pemerintah berikan subsidi BBM untuk rakyat dibanding memelihara buzzer untuk pecah belah dan adu domba anak-anak bangsa,” ujar Muslim Arbi, dikutip terkini.id dari rmol.id, Senin 12 September 2022.

Baca Juga

Lebih lanjut, Muslim Arbi memperingatkan pemerintah agar tidak menggunakan uang rakyat sebagai upah untuk para buzzer tersebut.

Ia menilai buzzer saat ini digunakan pemerintah untuk mencegah masyarakat Indonesia mengkritik kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan harga BBM.

Apabila perbuatan pemerintah yang memanfaatkan buzzer untuk menangkal kecaman tentang kenaikan BBM itu benar, maka dapat dianggap telah melanggar ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, Muslim Arbi menyamakan pemerintah dengan penjajah yang dahulu menduduki tanah air dan memecah belah seluruh warga Indonesia.

“Kalau itu yang terjadi, apa bedanya politik pemerintah dengan politik kolonial Belanda yang lakukan devide et impera, memecah belah dan menguasai?” kata Muslim Arbi.

Sebagai informasi, pada Sabtu 3 September 2022, Presiden Jokowi secara resmi menetapkan kenaikan harga BBM subsidi.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi yang diberikan telah melonjak hingga tiga kali lipat.

Oleh karena itu, pemerintah akan mengambil langkah dengan mengalihkan subsidi kepada warga yang lebih membutuhkan.

“Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian dan sebagian subsidi BBM akan dialihkan untuk bantuan yang lebih tepat sasaran,” ucap Presiden Jokowi di Istana Merdeka, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Senin 12 September 2022.

Pemerintah menyatakan akan mengalihkan subsidi BBM menjadi program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan dibagikan kepada warga miskin di seluruh Indonesia.

“Bantuan langsung tunai BLT BBM sebesar Rp12,4 triliun yang diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar 150.000 per bulan dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” ungkap Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.