Terkini.id, Jakarta – Covid-19 varian Omicron yang berasal dari Afrika ditemukan di Indonesia. Pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengatasi dampak buruk dari omicron dengan mendatangkan teknologi baru.
Diketahui Pemerintah mengumumkan adanya kasus varian Omicron masuk di Indonesia pada 16 Desember 2021 lalu.
Hal yang mengejutkan dari laporan temuan kasus Omicron pertama adalah terinfekainya pekerja kebersihan di Wisma Atlet.
Kementerian Kesehatan mencatat kasus Omicron yang terdeteksi di Indonesia berasal dari pelaku perjalanan internasional (imported case).
Olehnya pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara diperketat seiring semakin meluasnya penyebaran varian Omicron.
- Waspada! Gejala Baru Covid-19 Ada yang Baru
- Tembus 3.000 Pasien dalam Sehari, Benarkah Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah Mendominasi di Indonesia?
- Pertemuan Tatap Muka di Sekolah Segera Berlangsung, Pemerintah Prediksi Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Melonjak
- Gejala Omicron Mengalami Peningkatan 21 Kasus BA.4, 122 Kasus BA.5
- Update Covid-19 Selasa 21 Juni, Ada Penambahan 1.678 Kasus Baru di Indonesia
Dikutip dari sehatnegeriku.kemkes.go.id. Total kasus yang terkonfirmasi Omicron bertambah jadi 46 kasus per 27 Desember 2021.
Demi mengantisipasi kasus Omicron meluas di Indonesia, pemerintah menyediakan tes PCR dengan teknologi baru.
Teknologi itu bisa mendeteksi adanya varian Omicron dalam jangka waktu 4-6 jam dibanding tes sebelumnya yang memakan waktu berhari-hari.
“Kita akan menyebarkan teknologi baru untuk tes PCR yang bisa melihat Omicron, kita sudah sebarkan di seluruh pintu masuk luar negeri utama sehingga kita bisa lebih cepat mengidentifikasi Omicron, menggunakan tes PCR yang cuma 4-6 jam dibandingkan dengan tes genome sequencing yang 3-5 hari,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual, Senin, 27 Dsember 2021.
“Kita juga akan mendatangkan 15 mesin genome sequencing baru, mudah-mudahan di awal tahun depan segera datang, dan akan kita sebarkan ke seluruh pulau pulau Indonesia. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Papua, agar tes genome sequencing jadi lebih cepat dan lebih kuat,” lanjut Menkes.
Menkes Budi Gunadi juga mengatakan bahwa pemerintah juga akan mempercepat program vaksinasi terutama bagi kalangan beresiko. Demi mencegah penularan Omicron.
“Penting mempercepat vaksinasi terutama kalangan berisiko yaitu lansia dan orang-orang yang imunitasnya terganggu, harus cepat kita vaksinasi agar mereka tidak tertular oleh Omicron,” terang Menkes Budi Gunadi. Dikutip dari Detik.com.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
