Terkini.id, Makassar – Camat Ujung Pandang Andi Pattiware memantau kondisi Taman Macan dan aktivitas Brigade Taman Kecamatan Ujung Pandang.
Pattiware ingin memastikan kondisi taman tertata dengan baik. Tidak ada sampah. “Tidak boleh ada kegiatan yang aneh-aneh dalam taman,” kata Pattiware, 20 Februari 2019.
Taman Macan di dekat Balai Kota Makassar menjadi ruang publik yang digemari warga Kota Makassar. Dimanfaatkan untuk jogging, senam, dan bersantai menikmati udara di bawah pepohonan taman.
Taman Macan juga dilengkapi kursi dan lampu. Sehingga nyaman untuk bersantai. Sayangnya, ada saja oknum yang sering menyalahgunakan keberadaan taman.
“Pengunjung juga masih sering buang sampah sembarangan,” ungkap Camat.
- Makassar Bangun Mal Pelayanan Publik 8 Lantai, Tiap Minggu Kelar 1 Lantai
- Alasan Pemkot Makassar Bangun Mall Pelayanan Publik di Taman Macan
- Pembangunan Mal Pelayanan Publik Makassar Korbankan Ruang Terbuka Hijau
- Klarifikasi Soal Mal Pelayanan Publik di Taman Macan, Danny Pomanto: Saya Ini Perencana Kota
Masyarakat menyebut Taman Macan karena ada patung harimau berdiri di tengah taman.
Patung ini adalah monumen perjuangan lasykar angkatan 45 yang dibangun pada tahun 1985. Peresmian monumen dilakukan Menkopolkam Surono kala itu.
Pada bagian monumen tertulis: Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa pada hari ini tanggal 1985 saya resmikan monumen Lasykar Pemberontak Harimau Indonesia di Ujung Pandang. Tertanda tangan Menkopolkam, Surono.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
