Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) memutuskan membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di Taman Macan. Proyek besar ini menggunakan dana sebesar Rp200 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), namun mencaplok sekitar 15 hingga 20 persen dari total ruang terbuka hijau (RTH) di Jalan Sultan Hasanuddin.
Kabid Prasarana dan Bangunan Dinas PU Makassar, Hajar Aswad, menjelaskan keputusan ini didasarkan pada faktor 3A yang disebut oleh Pemkot Makassar, yaitu aset, akses, dan asri.
Menurutnya,Taman Macan dipilih sebagai lokasi MPP karena dianggap sebagai aset lahan Pemkot yang sudah tidak dimanfaatkan.
“Kita ketahui kalau Taman Macan adalah salah satu aset lahan Pemkot Makassar. Jadi, aset ini yang dipilih karena sudah tidak ada lahan yang bisa dimanfaatkan,” ungkap Hajar Aswad.
Pemkot Makassar juga mempertimbangkan faktor aksesibilitas dalam pembangunan MPP di Taman Macan. Dengan lokasi yang strategis, masyarakat dapat dengan mudah menjangkaunya dari berbagai arah di Kota Makassar.
“Akses untuk ke MPP ini nanti bisa dengan mudah masyarakat mengetahui di mana posisinya,” jelas Hajar Aswad.
Selain itu, Pemkot Makassar memiliki rencana menata rooftop MPP dengan konsep hijau, di mana beberapa pohon akan ditanam untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin menikmati fasilitas tersebut.
“Terus akses kedua untuk rooftop-nya yang di atas nanti akan ditata dengan konsep green. Kita akan tanam beberapa pohon di atas sana untuk masyarakat bisa mengaksesnya langsung,” tambah Kabid Prasarana dan Bangunan Dinas PU Kota Makassar ini.
Faktor ketiga yang dipertimbangkan adalah asri. Pemkot Makassar berharap MPP menjadi salah satu di Indonesia yang berhadapan langsung dengan taman. Setelah urusan selesai di MPP, masyarakat dapat bersantai dan menikmati waktu santai di taman yang ditata oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“MPP nanti menjadi salah satu di Indonesia yang langsung berhadapan dengan taman. Jadi, setelah mengurus pajak, perizinan, dan apa semua bisa bersantai dulu di taman. Taman ini nantinya juga akan ditata oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) supaya bisa asri,” papar Hajar Aswad.
Pembangunan MPP di Taman Macan ini memang menuai beberapa kontroversi terkait pemakaian sebagian RTH dalam lingkup situ. Namun, Hajar Aswad memastikan bahwa MPP tidak akan dibangun di area Taman Macan, melainkan di bekas Kantor Lurah dan BKKN yang berada di atas drainesa dan telah mengalami pengerasan.
Kepala Departemen Riset & Keterlibatan Publik Walhi Sulsel, Slamet Riadi mempertanyakan alasan mengapa MPP harus dibangun di Taman Macan.
“Alasan pertimbangan lainnya, saya yakin masyarakat belum tahu persis, kenapa itu (MPP) harus di Taman Macan,” ucap Slamet Riadi.
Menurut Slamet Riyadi, akar persoalan terkait proyek MPP seharusnya berkaitan dengan kelancaran administrasi, dan bukan semata-mata tentang aspek dan lokasi lahan. Ia menyatakan bahwa yang perlu dipertanyakan adalah bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memudahkan berbagai persoalan administrasi yang dihadapi oleh masyarakat.
“Poin utama adalah bagaimana kemudian Pemkot memudahkan persoalan-persoalan administrasi,” tambah Slamet Riyadi dengan tegas.
Kendati demikian, Pemkot Makassar tetap berpegang pada rencananya dan telah menyatakan bahwa MPP akan memberikan manfaat bagi masyarakat dengan lokasi strategis yang mudah dijangkau dari berbagai arah di Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
