Cara BUMN Tiongkok Berkembang

PADA tahun 2015, pemerintah China melakukan reformasi radikal terhadap BUMN. Dari total 117 BUMN, disusutkan menjadi 98 BUMN saja.
Dampaknya bukan hanya pengurangan jumlah BUMN tetapi juga penutupan unit business di bawah BUMN yang tingkat PSO (Public Service Obligation) di bawah 50%.

Yang tingkat PSO di atas 50%, modalnya di tingkatkan. Usaha jasa seperti hotel dan catering dilepas ke swasta.

Mungkin karena China adalah negara komunis di mana orientasi poltik negara adalah rakyat maka mereka membayar orang berdasarkan index PSO.

BUMN cuma fokus pada bisnis yang rumit, hulu dan membutuhkan tekhnologi dan modal besar saja.
Selebihnya, diserahkan kepada swasta. Bukan itu saja, BUMN China juga melakukan restruktur neraca lewat revaluasi asset dan penyertaan modal negara, agar semakin sehat untuk melakukan ekpansi bisnis dan mengkases pasar uang dan modal.
Karenanya, BUMN China tidak sungkan menarik ekspatriat asing di bidang bisnis dan financial engineering.

Di China, standard gaji pegawai BUMN didasarkan kepada index PSO (Public Service Obligation). Semakin tinggi inidex-nya, semakin tinggi gaji pegawai tersebut.

Contoh Kepala Stasiun Kereta Louho di Shenzhen gajinya lebih tinggi dibandingkan Walikota Shenzhen. Mengapa? Karena tanggung jawab sosial yang berhubungan dengan publik lebih berat dibandingkan dengan Wali kota.

Gaji pegawai Agriculture Bank OF China, lebih tinggi dibandingkan dengan Bank central China. Mengapa? karena Agriculture Bank OF China lebih besar index PSO nya dibandingkan People Banks of China yang hanya melaksanakan UU dan kebijakan pemerintah.

Agriculture of Bank China harus mengelola ratusan juta petani dan nelayan, dan sebagian besar lemah namun menjadi tanggung jawab negara harus dibina.

Dai Xianglong, Gubernur People Banks Of China, memilih bersaing jadi wali kota Tianjin. Gajinya lebih tinggi sebagai wali kota dibandingkan gubernur People Banks Of China ( bank central).

Kemudian usai jabatan wali kota Tianjin dia menjadi Ketua dana pensiun nasional (seperti TASPEN ), yang index PSO nya lebih tinggi dibandingkan walikota. Kini dia masuk lingkaran elite terbaik China.

Apa hasilnya? Tahun 2017 Laba total BUMN China naik 15,2 % menjadi 1,4 Triliun Yuan ( USD 217,5 miliar ) atas lebih besar dari APBN kita. Laba ini tertinggi selama lima tahun belakangan ini. Pendapatan operasional pun naik 13,3 persen menjadi 26,4 triliun yuan.

Total aset mencapai 54,5 triliun atau meningkat 7,9 persen dibandingkan 2016. Ini prestasi yang luar biasa.
Untuk mencapai itu, pemerintah harus menutup anak perusahaan “zombie” yang merugi dan kelebihan kapasitas di bidang-bidang seperti baja dan batu bara.

Rencana tahun ini ada 1.200 perusahaan zombie akan dimasukan ke peti mati. Closed file. Tentu merumahkan jutaan tenaga kerja. Semua elite partai komunis tidak boleh lagi duduk sebagai direksi atau komisaris BUMN.

Semua harus orang profesional. Dan memungkinkan ada direktur independent.

Pejabat China mengatakan kepada saya bahwa bukan pasar atau bisnis yang salah, tetapi mental pejabat BUMN yang harus diubah. Hanya karena kebijakan keras, kami bisa membuktikan BUMN dapat tumbuh ditengah krisis global.

Padahal dulu petumbuhan ekonomi kami dua digit tetapi laba tidak sebesar sekarang dalam pertumbuhan satu digit.
Artinya, betapa korupsi di masa lalu sangat besar. Semua terbukti sudah. Karenanya kedepan, kebijakan apapun harus rasional. Memang akibat kebijakan keras tersebut, banyak direktur BUMN yang masuk penjara dan kena hukuman mati, ada juga yang bunuh diri sebelum di hukum mati. Dampaknya sangat drastis.
Kepercayaan kepada BUMN China meningkat di hadapan publik. Selama dua tahun dana swasta masuk ke BUMN China di bidang listrik, minyak, gas, shipping dan telekomunikasi mencapai 90 miliar Yuan.

Target kedepan BUMN China akan bermetamorfosis menjadi Badan Usaha campuran dalam hal kepemilikan. Artinya rakyat China boleh memiliki saham BUMN.

Kemungkinan bila regulasi ini dibuka maka saham terbesar akan dikuasai oleh gerakan Koperasi.

Tanpa disadari karena waktu, proses berlanjut, rakyat yang selama ini diam namun terus bekerja, akhirnya karena sunnatullah kekayaan itu dikembalikan kepada mereka.

Karena sesungguhnya pemilik China adalah rakyat China. Tetapi kepemilikan itu tidak didapat dengan hadiah atau gratis. Kepemilikan itu diperjuangkan dengan semangat kerja keras dan hidup hemat, gemar menabung.

Sehingga qualified bermitra dengan negara untuk kemakmuran mereka sendiri.

Berita Terkait
Komentar
Terkini