Sumatera Setelah Pemilu 2019

ADA proyek strategis yang sejak era SBY sudah digagas. Apa itu ? Sumatera tengah super kuridor. Itu proyek koneksitas antara Riau sebagai gateway ASEAN yang terhubung dengan Malaka dan Kuala Tanjung (Sumatera utara) sebagai hub international.

Era Jokowi, hub internasional sudah selesai dibangun, termasuk pusat Logistik.

Agar Sumatera Barat punya akses kepada koneksitas ASEAN melalui selat Malaka maka Jokowi melanjutkan rencana pembangunan jalan toll padang pakan baru.

Tujuannya, agar Sumatera Barat bisa mendapatkan peluang sentra produksi supply chain untuk kawasan industri china-ASEAN di Kuala Tanjung seluas 5000 hektar dan kawasan industri pulau rupat sebagai bagian dari proyek OBOR.

Jembatan Selat Malaka merupakan jembatan yang akan menghubungkan Telok Gong, dekat Masjid Tanah, negara Malaka di Semenanjung Malaysia, Malaysia ke Pulau Rupat dan Dumai di Pulau Sumatera, Indonesia.

Menarik untuk Anda:

Proyek ini bila disetujui pemerintah tahun ini, diharapkan dalam 10 tahun selesai.

Setelah selesai, jembatan yang panjangnya 48 km akan menjadi jembatan laut terpanjang l di dunia.
Proyek ini akan memiliki dua jembatan kabel tetap dan satu jembatan gantung, baik yang terpanjang di dunia.

Selat Malaka menghubungkan Samudra Pasifik (timur) dengan Samudera Hindia (sebelah barat). Proyek ini digagas Malaysia sejak tahun 2010.

Akan tetapi, tahun 2013 SBY dengan tegas menolak proyek ini. Dan SBY lebih fokus dengan jembatan Selat Sunda yang akhirnya dibatalkan Jokowi.

Di Malaka, sekarang sedang dibangun pelabuhan dan pusat logistik terbesar di ASia Tenggara, disebut Melaka Gateway.
Ini akan menjadi kawasan terpadu sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, kawasan ekonomi khusus, pelabuhan serta kota baru zero karbon.

Proyek ambisius ini bernilai RM43 miliar atau sekitar Rp 134,2 triliun. Semua pendanaan berasal dari China. Ini bagian dari rangkaian proyek OBOR (One Belt One Road) yang menghubungkan China (Guangxie), Vietnam, Thailand, Malasyia, Singapore.
Saat ini jalur logistik via darat (jalan dan kereta) sudah terkoneksi. Apabila Jembatan Malaka dibangun maka seluruh ASEAN terkoneksi dengan China.

Maka suka tidak suka China akan leading di Asia Timur dan ME ASEAN semakin terkoneksi bukan hanya dari segi kesepakatan tetapi juga secara fisik sudah menyatu.

Kemudian di Sabang Aceh sebagai Hub International untuk jalur pelayaran alternatif kedua (Selain Melaka) akan terhubung dengan pelabuhan di Banten Bojonegoro dan NTB, Bitung di Sulawesi yang merupakan proyek Indo pacific kerja sama antara Jepang, AS dan Australia.

Nah baik jalur Malaka yang merupakan Geostrategis Indonesia terhadap Proyek OBOR maupun jalur Indo Pasifik, setelah pemilu ini akan dibangun serentak.

Karena bulan April ini Proyek OBOR akan ditandatangani. Nilainya mencapai Rp 700 triliun. Proyek Indo Pasifik juga akan dibangun nilainya mencapai hampir Rp 1000 triliun.

Maka Indonesia akan menjadi jalur perdagangan yang sibuk namun memberikan manfaat besar terhadap dalam negeri.

Bagaimana dengan isu China? Enggak usah kawatir. Fraksi DPR yang selama ini mendapat tugas negosiasi dengan China adalah dari PKS. Sumatera Barat dan Riau adalah wilayah PKS. Jadi aman.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Serangan Nine Eleven yang Menggoncang Dunia – Bagian 4

Serangan Nine Eleven yang Menggoncang Dunia – 3

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar