Terkini.id, Jakarta – Kepolisian mengatakan bahwa CCTV di kediaman Irjen Ferdy Sambo rusak 2 minggu sebelum kejadian. Hal ini menjadi misteri dalam insiden polisi tembak polisi.
Diduga kepolisian mengganti decoder CCTV yang ada di komplek perumahan Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo. Hal ini disampaikan oleh ketu RT, Seno Sukarno.
Dikabarkan bahwa ada beberapa CCTV yang terpasang di sudut komplek. Namun satu hari setelah kejadian kepolisian mengganti decoder CCTV.
Decoder CCTV ini berada tepat di pos satpam komplek Polri. Seno Sukarno bahkan baru mengetahui decoder CCTV diganti dari petugas keamanan komplek.
Akibat hal ini, Seno Sukarno sebagai ketua RT tidak dapat memutar ulang rekaman kejadian sebelum, saat dan setelah Insiden polisi tembak polisi terjadi.
- Hj. Rita A. Latief, Sosok Perempuan Aktif yang Menguatkan Peran Publik dan Keluarga
- Lurah Karuwisi Utara Makassar Bantah Melengserkan Ketua RT, Sebut Ada Banyak Permasalahan
- Ketua RT Cerita Soal Istri Ferdy Sambo: Nangis Terus di Kamar
- FPI Terdepan Bersihkan Lingkungan Usai Banjir di Garut, Warga: Terharu Bangga
- FPI Bantu Warga Garut Usai Banjir, Ketua RT: Pemerintah Tidak Ada!
“Maksudnya (yang diganti) itu bukan CCTV di rumah Pak Sambo, tapi CCTV alatnya yang di pos. Iya (diganti polisi),” kata Seno Sukarno, Purnawirawan Jenderal Polisi bintang dua, dilansir di Kompas TV, Rabu 13 Juli 2022
“Saya tanya ke satpam, ya dia aja enggak tahu diganti yang baru alatnya ininya itu. Ya mungkin karena semua CCTV sini kan pusatnya di pos keamanan,” lanjut Seno
Seno Sukarno juga menegaskan bahwa decoder CCTV di depan rumah Kadiv Propam tidak mengalami kerusakan, sebelum dan saat kejadian. Artinya CCTV di depan rumah Kadiv Propam masih aktif, maka sangat memungkinkan menjadi bukti penting dalam insiden tewasnya Brigadir J.
“Kalau (CCTV) yang diluar masih aktif. Yang didalam saya nggak tahu, yang punya rumah,” Ujar Seno
Dalam hal ini, Seno mengaku geram dan tersinggung atas sikap polisi yang tidak memandang dirinya. Karena tidak ada yang melapor padanya saat terjadi baku tembak.
“Sampai sekarang saya ketemu aja nggak, terus terang saya merasa kesal. Saya ini dianggap apa sih, maaf aja saya ini Jendral loh, meskipun ketua RT,” ungkapnya
Seno juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga kerap memerintahkan satpam tanpa koordinasi terlebih dahulu kepada pengurus lingkungan termasuk dirinya, sebagai Ketua RT.
“Jadi saya memang tersinggung juga dalam hal ini. Sama sekali nggak ada laporan, nggak ada ini. Memerintahkan satpam seenaknya saja. Kenapa tidak memberitahu saya sebagai ketua RT,” jelasnya
Seno Sukarno, mantan Kapolda Sumatera Utara dan Kapolda Aceh ini menjelaskan perihal CCTV di Kawasan kediaman Kadiv Propam. Dan pengakuan dirinya yang merasa tersinggung lantaran polisi yang tidak melapor terlebih dahulu kepada dirinya pada Rabu 13 Juli 2022, dilansir dari Tribun-Medan.com.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
