Cegah Corona, Pemerintah Tidak Beri Izin Peserta dari 48 Negara Datang ke Gowa

Pandemi Virus Covid 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Pemkab Gowa mulai bersiap dan waspada
Pandemi Virus Covid 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Pemkab Gowa mulai bersiap dan waspada

Terkini.id, Gowa – Pandemi Virus Covid 19 (Corona) yang telah masuk di Indonesia membuat Pemkab Gowa mulai bersiap dan waspada.

Salah satu kegiatan yang melibatkan  tamu dari luar negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang akan diadakan oleh Jamaah Tabligh tidak diberikan rekomendasi penyelenggaraan acara.

Rencananya kegiatan akan digelar di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Jumat hingga Minggu 20-22 Maret 2020. Diperkirakan akan dihadiri peserta dari 48 negara wilayah Asia.

Hal ini dijelaskan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan Bontomarannu, pemerintah desa, aparat kepolisian, TNI, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gow Adliah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gowa KH Abubakar Paka, Badan Kesbangpol Kabupatrn Gowa dan panitia pelaksana kegiatan di Ruang Rapat Sekda Gowa, Kamis  12 Maret 2020.

Menurut Muchlis hal ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Gowa untuk mencegah penularan Virus Corona (Covid-19). Mengingat kegiatan tersebut dikabarkan akan melibatkan 48 negara.

Menarik untuk Anda:

“Kita sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa mempermaklumkan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang tamu dari luar negeri,” jelasnya.

Lanjut Sekda Gowa, hal ini juga sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memberlakukan protokol penanggulangan Covid-19 atau Corona Virus.

“Kita sangat memaklumi adanya pembatasan warga dari luar negeri dan aksesnya dibuat sedemikian rupa untuk memproteksi daerah ini agar tidak terpapar Corona-19,” ungkapnya.

Walaupun demikian, Muchlis mengungkapkan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan. Hanya saja, ia menginginkan agar kegiatan ini tidak melibatkan tamu dari negara luar. Ia pun menyarankan agar nama kegiatan tersebut diubah dan hanya dilaksanakan tingkat lokal.

“Kalau kegiatannya hanya diikuti peserta lokal saya kira tidak masalah. Boleh dilaksanakan bahkan sesuai dengan anjuran dari kebijakan pusat menghidupkan perekonomian,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa Adliah mengaku mendukung keputusan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.

“Kami mendukung keputusan Pemkab Gowa untuk tidak memberikan izin kegiatan ini,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Penyaluran Pupuk Subsidi 18 Kecamatan di Gowa Capai 90 Persen

Sambut Pilkada 2020, Pemerintah Gowa Gelar Dzikir dan Doa

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar