Terkini.id, – Beredar di media sosial Facebook, pernyataan yang mengklaim bahwa masker dapat menyebabkan kanker.
Salah satu akun yang menyebarkan pernyataan tersebut melalui Facebook adalah akun Nicola Gullermo pada 28 September 2020.
Pernyataannya dalam Facebooknya berisi narasi sebagai berikut :
“Masks cause cancer and brain damage ie. oxygen deprivation. The more you know.”
Statusnya soal masker menyebabkan kanker dan kerusakan otak, karena kekurangan oksigen.

- Cetak SDM Pertanian Siap Kerja, 180 Mahasiswa Polbangtan Kementan Kantongi Sertifikasi Kompetensi
- PDAM Makassar Dorong Gerakan Hijau untuk Tingkatkan Kualitas Lingkungan
- AHM Ingatkan Pentingnya Gunakan Oli Sesuai Spesifikasi Mesin
- Disdik Makassar Siapkan TK Negeri di Seluruh Kecamatan
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
Akun Facebook lain yang menulis pernyataan terkait antara kanker dan masker adalah Facebook MikaLavicci Brand.
Dia menulis narasi sebagai berikut :
“Deprive a cell of 35% of it’s oxygen, and it may Become Cancerous.”
Dibahasakan dalam Bahasa Indonesia, “Menghilangkan 35% sel dari oksigen, dan itu bisa menjadi kanker.”
Benarkah masker dapat meningkatkan risiko terkena kanker?
Berdasarkan penelusuran cek fakta melalui Cek Fakta Kompas.com,
Klaim tersebut dibantah oleh para ahli kesehatan, menurut mereka masker tidak membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena kanker.
Penggunaan masker wajah secara keseluruhan menunjukkan bahwa risiko terkait kanker adalah rendah, sementara untuk manfaat masker bagi kesehatan adalah tinggi.
Masker wajah terbukti tidak mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke dalam masker dan tidak meningkatkan jumlah karbon dioksida yang tertinggal dalam masker, karena molekul oksigen dan karbondioksida sangatlah kecil.
Situs Learnaboutcovid19.org pada 10 September 2020 memberikan pernyataan bahwa masker wajah tidak mengganggu tingkat pH tubuh, tidak memengaruhi aliran darah atau mengubah seseorang denga cara apapun yang dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi terkena kanker.
Pernyataan bahwa masker dapat menyebabkan kanker juga disanggah oleh AFP Fact Check yang menulis bahwa American Lung Association, University of Maryland Medical System, Ohio State University Wexner Medical Center, dan Mayo Clinic Health System.
Dalam pernyataannya, Mayo Clinic Health System menjelaskan bahwa penggunaan masker tidak memiliki risiko hipoksia, yaitu kadar oksigen yang lebih rendah pada orang dewasa yang sehat.
Saat menggunakan masker, karbon dioksida akan menyebar bebas melalui masker saat Anda bernapas.
Jadi tidaklah benar bahwa masker dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, sehingga pernyataan dan klaim yang beredar melalui Facebook tersebut adalah tidak terbukti kebenarannya atau berita HOAKS.
Masker adalah alat pelindung mulut dan hidung untuk mencegah tertular virus termasuk Covid-19, untuk penggunaan yang benar, melalui Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia membagikan cara menggunakan masker dengan benar :
1. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik sebelum memasang masker.
Bila tidak ada air tersedia maka gunakan cairan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% untuk membersihkan tangan.
2. Pasang masker menutupi mulut dan hidung dan pastikan tidak ada sela antara wajah dan mesker
3. Jangan menyentuh masker saat digunakan, dan bila tersentuh cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan atau cairan pembersih tangan dengan kandungan alkohol 60 %.
4. Jika masker basah atau lembab segera ganti dengan masker yang baru. Perhatikan masker medis hanya boleh digunakan satu kali saja. Untuk masker kain dapat digunakan berulang kali asal dipastikan masker kain telah dicuci dengan bersih.
5. Melepas masker dari arah belakang dan tidak menyentuh depan masker. Untuk masker sekali pakai segera buang di tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Masker kain, segera cuci dengan sabun deterjen.
6. Memasang masker baru, ikuti langkah pertama cara pemakaian masker yang benar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
