[Cek Fakta] Benarkah RSP Unhas Tolak Pasien Kritis?

[Cek Fakta] Benarkah RSP Unhas Tolak Pasien Kritis?

K
Kamsah

Penulis

Sambil menunggu tempat di dalam IGD, dokter tetap memberikan penanganan medis awal di atas brankar.

Oknum Perekam Bukan Keluarga Pasien

Situasi mulai gaduh saat seorang pria mendesak agar pasien segera dibawa masuk ke IGD. Pria tersebut kemudian merekam kejadian menggunakan ponsel sambil meneriakkan tuduhan bahwa dokter menolak menangani pasien kritis.

Dokter yang sedang bertugas sempat mengajak pria itu untuk melihat langsung kondisi IGD yang penuh. Namun ajakan itu ditolak. Bagian ini tidak muncul dalam video yang beredar.

Hasil penelusuran menunjukkan pria tersebut bukan sopir ambulans, bukan keluarga pasien, dan tidak dikenal oleh pihak keluarga.

Baca Juga

Rekaman CCTV membuktikan bahwa pria itu baru tiba di area IGD sesaat setelah ambulans datang. Identitas pria sudah diketahui, dan ia berdomisili cukup jauh dari rumah pasien.

Penanganan Sesuai Prosedur, Pasien Masuk Ruangan Tak Sampai Satu Jam

Meski sempat terjadi gangguan, proses penanganan tetap berjalan. Tidak sampai satu jam setelah kedatangan, pasien berhasil dipindahkan ke ruang IGD. Sekitar pukul 02.00 dini hari, pasien sudah dirawat inap di ruang perawatan RSP Unhas.

Keluarga pasien telah menyatakan apresiasi terhadap layanan yang diberikan pihak rumah sakit, sekaligus menyayangkan tindakan provokatif dari oknum perekam video.

Pihak RSP Unhas Pertimbangkan Langkah Hukum

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.