Curi Kuda dan Berusaha Kabur, Sampara Ditembak Tim Pegasus Polres Jeneponto

Curi Kuda dan Berusaha Kabur, Sampara Ditembak Tim Pegasus Polres Jeneponto

FD
Syarief
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Jeneponto – Tim Pegasus Polres Jeneponto yang dipimpin Aipda Abd Rasyad berhasil meringkus residivis pencuri ternak (Curnak) kuda.

Residivis Curnak atas nama Sampara Daeng Alle (40) merupakan warga Kampung Manyumbeng Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

“Sampara ditangkap tim Pegasus Polres Jeneponto yang diback up Resmob Polda dipimpin oleh AKP Edy Sabhara, di Kapasa Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (19 Desember 2019), sekitar pukul 13.00 Wita,” kata Aipda Abd Rasyad, Kamis, 19 Desember 2019.

Menurutnya, penangkapan residivis Curnak itu berdasarkan laporan kepolisian LP/B/64/IV/2018/Sulsel/Res JPT/sek Tamalatea, LP/B/213/VII/2018/Sulsel /Res JPT, DPO/14/VI/ Res 1.8/2019/Reskrim dan DPO/04/VI/Reskrim.

“Dia DPO Reskrim Polres Jeneponto, kita melakukan penangkapan setelah kita mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku di Kota Makassar, dia tinggal di rumah kontrakan bersama istrinya,” ungkap Apida Abd Rasyad.

Baca Juga

Lebih lanjut Abd Rasyad mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tim melakukan koordinasi terhadap Resmob Polda.

“Penyelidikan untuk memastikan keberadaan pelaku dimulai kemarin, 18 Desember 2019, tim baru mengetahui keberadaan pelaku hari ini pukul 12.00 Wita, tim yang diback up Resmob Polda Sulsel langsung bergerak ke tempat tersebut dan mengepung rumah yang ditempati pelaku, pelaku ditangkap dalam kamarnya,” ujarnya.

Saat diinterogasi di posko Resmob Polda Sulsel, pelaku mengakui perbuatannya. Ia melakukan aksinya itu bersama dengan empat temannya, yakni La’lang, Bali, Juma dan Rahman.

“Pelaku juga mengakui bahwa dia yang mengantar temannya ke lokasi target dan kuda yang dicuri dijemput oleh pelaku menggunakan mobil APV,” ujar Abd Rasyad.

“Dari pengakuan pelaku, dia dan temannya beraksi di 13 lokasi dengan menggasak 36 ekor kuda, dan hasil curiannya dijual kepada Nurdin dengan harga bervariasi,” sambungnya.

Usai diinterogasi di Posko Resmob Polda, Tim Pegasus membawa pelaku ke Polres Jeneponto.

Dalam perjalanan, pelaku dilumpuhkan dengan timah panas karena memberontak.

“Dalam perjalanan pelaku meminta untuk mengedepankan borgolnya agar mudah untuk makan, namun saat dilepas pelaku memberontak dan melompat sehingga diberikan tembakan peringatan namun pelaku tetap melarikan diri sehingga  diberikan tembakan terarah,” pungkas Abd Rasyad.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.