Dahlan Iskan Sebut 3 Orang di Luar Direksi Jiwasraya Jago Goreng Saham

Terkini.id, Jakarta – Mantan Menteri BUMN era Susilo Bambang Yudhoyono, Dahlan Iskan, ikut memberi komentar terkait karut marut yang menimpa perusahaan asuransi Jiwasraya.

Dalam tulisannya yang terbit di Akun Catatan Dahlan Iskan, dia menyebut mendapat informasi tentang 3 orang di luar direksi yang jago memainkan saham Jiwasraya.

Tiga orang tersebut, menurut informan yang memberi bocoran kepada Dahlan Iskan, semuanya jagoan goreng-goreng saham di pasar modal.

Dalam catatannya itu, Dahlan Iskan menyampaikan rasa penasarannya tentang praktik beli saham perusahaan-perusahaan lampu kuning yang dilakukan Jiwasraya.

Dia penasaran, apakah praktik itu sudah dilakukan sejak dahulu, saat dia menjadi Menteri BUMN. Dia pun khawatir jangan sampai dirinya juga tertipu oleh Direksi Jiwasraya.

Menarik untuk Anda:

“Saya juga ingin tahu: apakah dulu pun sudah dipraktekkan membeli saham-saham perusahaan yang lampu kuning?

Ataukah itu baru dilakukan belakangan –seperti yang tersiar di berita media dan di medsos,” tanya dia kepada informan yang juga temannya itu.

“Setahu saya baru belakangan. Sejak tiga orang itu main-main di pasar modal,” terang Dahlan menuliskan bunyi percakapannya dengan informan tersebut.

“Ia menyebut nama tiga orang itu. Semuanya di luar direksi Jiwasraya. Semuanya jagoan goreng-goreng saham di pasar modal,” tulisnya lagi.

Dahlan mengungkapkan, percakapannya dengan temannya itu dilakukan via whatsapp saat dia terbang dari Surabaya menuju Denpasar menggunakan pesawat A330-900 Neo Garuda Indonesia.

“Jangan-jangan Saya Juga Tertipu oleh Direksi Jiwasraya”

Seperti diketahui, Perusahaan asuransi BUMN yakni Jiwasraya, tengah dalam kondisi yang sangat pelik karena mengalami gagal bayar polis kepada nasabah terkait produk investasi Saving Plan.

Nilai tunggakan pada nasabahnya pun tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 12,4 triliun.

Kesalahan manajemen terdahulu dalam penempatan investasi menjadi penyebabnya. Jiwasraya diketahui banyak mengoleksi saham yang berisiko tinggi.

Dalam kesempatan itu, Dahlan Iskan pun meluruskan meluruskan isu yang beredar bahwa dirinya menyetujui usulan suntikan modal lewat Penyertaan Modal Negara ( PMN) untuk menyehatkan kinerja Jiwasraya saat dia menjadi Menteri BUMN.

“Memang, saya ingin bertanya itu. Apakah benar saya pernah menyetujui injeksi modal ke Jiwasraya pada 2012. Saya sendiri yakin tidak mungkin melakukan itu,” kata Dahlan.

“Saya anti PMN, kecuali untuk industri strategis di bawah Kemenhan,” kata dia lagi.

Dahlan juga mengungkapkan soal kemungkinan dirinya juga ikut percaya pada manipulasi laporan kinerja oleh direksi Jiwasraya saat dirinya menjabat Menteri BUMN.

“Muncul juga perasaan bersalah. Jangan-jangan saya dulu juga tertipu oleh direksi Jiwasraya. Kan personelnya masih yang sama,” ucap Dahlan.

Sampai-sampai, lanjutnya, dirinya secara pribadi memuji kinerja memuaskan para direksi Jiwasraya saat itu yang dianggap bisa menyehatkan keuangan perseroan tanpa suntikan PMN.

“Saya mencoba menghubungi dirut lama itu. Yang pernah saya puji habis-habisan di pada 2012 itu. Yang saat itu mampu mencari jalan keluar yang brilian, selain injeksi modal yang saya pasti tidak setuju,” ungkap dia.

Dirinya menilai, saat itu manajemen lama Jiwasraya cukup mumpuni mencari jalan keluar dari kesulitan yang membelit perusahaan. Padahal, beban Jiwasraya saat itu cukup berat.
“Ternyata ditemukan jalan lain. Alhamdulillah. Jiwasraya keluar dari kesulitan. Sampai-sampai saya menyebutnya ‘Jiwasraya telah merdeka’. Merdeka dari beban triliunan,” ucap Dahlan lagi.

“Kebetulan saat itu menjelang 17 Agustus. Kata ‘merdeka’ lagi menggema di mana-mana. Tapi yang benar-benar merasakan arti merdeka adalah Jiwasraya,” imbuhnya.

Jika benar memang dirinya tertipu oleh paparan kinerja oleh manajemen Jiwasraya saat itu, Dahlan mengaku legawa menerimanya.

“Apakah tidak mungkin saat itu saya pun tertipu oleh angka-angka yang dipaparkan direksi Jiwasraya? Saya begitu ingin tahu jawabnya. Saya siap menerima kabar buruk, bahwa saya pun tertipu,” ungkap Dahlan.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Dorong Digital Entrepreneurship, Mandiri Latih Ribuan Anak Muda

Geger 4 Persen Emas di China Diduga Palsu usai Skandal Pemalsuan Terbesar Diungkap

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar