Dahsyatnya Ledakan di Lebanon: Mirip Bom Hiroshima, 75 Tewas

Terkini.id, Jakarta – Ledakan besar terjadi di distrik gudang pelabuhan dekat pusat Beirut, Lebanon. Korban tewas sebanyak 75 orang tewas dan ribuan terluka. Diperkirakan jumlahnya terus bertambah.

Ledakan tersebut mengirim gelombang seismik ke penjuru ibu kota Lebanon hingga menghancurkan kaca-kaca jendela rumah dan mobil, serta membuat balkon-balkon roboh. Disebut mirip bom Hiroshima di Jepang puluhan tahun lalu.

Para pejabat yakin korban tewas akan meningkat drastis saat tim SAR menggali reruntuhan gedung di penjuru ibu kota untuk menyelamatkan orang dan mengangkat jasad.

Ini menjadi ledakan terkuat di Beirut dalam beberapa tahun terakhir dan mengakibatkan tanah berguncang seperti gempa bumi.

“Apa yang kita saksikan adalah bencana besar. Ada para korban di mana-mana, di semua jalan dan wilayah dekat dan jauh dari ledakan,” papar Kepala Palang Merah Lebanon George Kettani pada kantor penyiaran Mayadeen.

Menarik untuk Anda:

Tiga jam setelah ledakan yang terjadi pukul 6 sore waktu setempat, kebakaran masih terjadi di kawasan pelabuhan. Kebakaran mengakibatkan warna oranye di langit malam saat sejumlah helikopter terbang di atas dan sirine ambulans berbunyi di penjuru negeri.

Sumber keamanan menyatakan para korban telah dibawa untuk perawatan di luar kota karena rumah-sakit rumah sakit sudah penuh dengan korban terluka.

Ambulans palang merah dari wilayah utara dan selatan serta lembah Bekaa tampaknya akan membawa lebih banyak korban tewas dan terluka.

Mirip Peristiwa Hiroshima

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, menyampaikan ledakan besar yang terjadi di ibu kota Libanon mengingatkannya pada peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang saat Perang Dunia II.

Setidaknya 70 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 tersebut. Pihak berwenang menuturkan korban tewas dan terluka masih dapat terus bertambah menyusul evakuasi dan penyelamatan masih berlangsung.

“Peristiwa ini mirip dengan apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki. Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran dengan skala besar seperti ini. Ini adalah bencana nasional,” ujar Abboud dikutip dari CNN.

Sebelum insiden terjadi, kebakaran dilaporkan terjadi di sebuah gudang yang menjadi sumber ledakan. Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kepulan asap pekat terlihat membumbung tinggi ke langit Beirut beberapa detik kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut.

Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar.

Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Abboud langsung mengunjungi lokasi ledakan beberapa jam setelah ledakan terjadi. Berbicara di belakang puing dan kepulan asap bangunan, Abboud sempat menangis saat memaparkan kejadian dan kronologi ledakan.

Meski begitu, ia bersama aparat keamanan Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, Abboud mengatakan sumber ledakan berasal dari sebuah gudang di dekat pelabuhan Beirut yang menyimpan “bahan peledak besar”.

Ia mengatakan 10 petugas pemadam kebakaran Beirut hilang tak lama setelah ledakan berlangsung. Abboud menuturkan 10 petugas pemadam kebakaran itu dikerahkan untuk mematikan kebakaran gudang dan tak lama ledakan terjadi.

“Kami belum tau penyebabnya (ledakan). Yang jelas ada kebakaran terjadi dan (petugas pemadam kebakaran) datang untuk memadamkan api, lalu ledakan terjadi dan mereka hilang. Kami sedang mencari mereka,” ujar Abboud.

Sementara itu, Presiden Libanon Michel Aoun memaparkan gudang tersebut disebut menyimpan 2.750 ton amonium nitrat

Ia mengatakan ribuan ton amonium nitrat itu tersimpan secara tidak aman di sebuah gudang dekat pelabuhan Beirut selama kurang lebih enam tahun.

Senada dengan Aoun, Direktur Keamanan Umum Libanon, Mayor Jenderal Abbas Ibrahim, mengatakan ledakan tersebut disebabkan oleh bahan peledak masif.

“Adalah naif jika menggambarkan ledakan besar seperti itu hanya disebabkan oleh kembang api dan sejenisnya,” kata Ibrahim kepada stasiun televisi Libanon.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Angin Puting Beliung Terjadi di Cirebon, Dua Warga Dikabarkan Terluka

Merinding, Pekerja Salat di Atas Crane Tinggi Viral di Medsos

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar