Cek Fakta : Foto Bekas Kejadian Ledakan di Beirut Lebanon, Benarkah ?

Cek Fakta : Cuplikan layar klaim bekas ledakan di Beirut Lebanon. Sumber : https://archive.md/L1uFM (facebook)

Terkini.id, Jakarta – Beredar foto yang diklaim bekas kejadian ledakan di Beirut tanggal 4 Agustus 2020. Gambar foto  tersebut diunggah di salah satu facebook Budi Saks (fb.com/budi.saksono.71) dengan melampirkan  narasi sebagai berikut dalam postingannya :

“Dari berbagai macam banyaknya foto foto kejadian ledakan di Beirut kemarin akhirnya aku dapatkan juga satu foto yang menurut ilmu investigasi ku paling penting (dalam hal investigasi ledakan).

Seperti kutulis pada analisa awal minimal itu beberapa ton TNT atau C4 lalu setelahnya keluar pernyataan dari petinggi Lebanon disana ada gudang 2700 ton amonium nitrate (masuk akal karena dekat pelabuhan) ditambah adanya gudang senjata sitaan sisa perang saudara era 70-80an. Apalagi setelah mengamati beberapa kali video ada dua kali ledakan yang diawali kebakaran maka dugaan awalnya ini adalah kecelakaan industri.

Tapi dengan adanya foto ini dimana terdapat cekungan pada bekas lokasi maka fix ini adalah C4. Karena ledakan amonium nitrate dan TNT sebanyak apapun tidak akan meninggalkan bekas lubang kedalam tanah.

Tapi kesimpulan ini juga tidak menggugurkan teori kecelakaan industri.

Menarik untuk Anda:

Bisa jadi kecelakaan industri sengaja dilakukan dengan teknik sabotase untuk menyamarkan trigger ledakan kedua yang dari C4 itu terlepas dikirimnya dengan rudal jelajah atau pesawat tempur atau drone.

Ingat kejadian WTC 911 dulu polanya hampir sama dengan pesawat militer tanpa awak penuh peledak (yang disamarkan sebagai pesawat komersil) sebagai trigger jaringan peledak yang sudah dirangkai pada tiap lantai menara kembar tersebut.

Jadi memang benar ini adalah kecelakaan industri (amonium nitrate) yang dirancang mengkamuflase trigger ledakan berikutnya yang mengandung C4.

Cuma penulis skenario terlatih yang bisa membongkar skenario terlatih.”

Foto klaim ledakan di Beirut Lebanon tersebut telah disukai hampir 200 orang dan dibagikan lebih dari 50 akun.

Klaim foto-foto ledakan di Beirut dalam facebook tersebut di atas adalah SALAH.

Cek Fakta : Foto Penampakan Bekas Ledakan di Beirut. Sumber : turnbackhoaks.id

Melalui penelusuran turnbackhoax.id, diketahui bahwa foto tersebut bukanlah foto ledakan di Beirut Libanon melainkan foto sisa ledakan di Kawasan industry Tianjin, Tiongkok yang terjadi pada 12 Agustus 2015.

Penampakan foto yang diklaim ledakan di Beirut Lebanon membentuk cekungan yang dalam, dipastikan bukanlah foto ledakan di Beirut. Gambar foto tersebut adalah foto yang sama diunggah oleh situs South China Morning Post dengan judul :  “700 tonnes’ of sodium cyanide reportedly in warehouse during deadly Tianjin blasts” pada 16 Agustus 2015.

Kejadiannya pada tahun 2015,  terjadi ledakan di Pelabuhan Beijing, Tianjin yang disebabkan oleh ammonium nitrat. Peristiwa itu menewaskan 173 orang, melansir dari berita Tirto dan Turnbackhoax.id.

Dalam pemberitaan media Cina mengungkapkan satu anggota staf dari Tianjin Dongjiang Port Ruihai Intenational Logistics yang bertanggung jawab di Gudang telah ditangkap.

Sebelum ledakan petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan untuk mengendalikan api di lokasi ledakan yang terjadi di sebuah Gudang di Pelabuhan yang menyimpan bahan kimia berbahaya yang mudah terbakar seperti natrium sianida, kalium nitrat, ammonium nitrat dsbnya.

Dari penuturan beberapa ahli meyakini air yang disemprotkan ke bahan kimia kalsium karbida tersebut memicu ledakan di lokasi karena air bereaksi menghasilkan asetilena yang mudah meledak dan memicu ledakan yang lebih besar.

Kejadian ledakan di Beirut Lebanon, pihak Pemerintah setempat meyakini penyebab ledakan adalah Gudang dipelabuhan yang terbakar. Di dalam gudang tersebut menyimpan 2.750 amonium nitrat di lokasi ledakan besar Beirut.

Dari wawancara dengan BBC, Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Libanon menyatakan bahwa sumber ledakan kemungkinan dari Gudang yang beroperasi di Pelabuhan sejak 2014. Menurutnya ada laporan pemicunya adalah bahan peledak yang pernah disita apparat hukum beberapa waktu sebelum kejadian.

Dari hasil penelusuran tim cek fakta, dipastikan klaim yang beredar di Facebook Budi Saks tersebut adalah SALAH/TIDAK BENAR/HOAKS

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Cek Fakta : Benarkah Vaksin Covid-19 Asal China Telah Direstui WHO?

Cek Fakta: Beredar Video Jenazah Covid Dilempar ke Dalam Kubur, Benarkah?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar