Terkini.id, Jakarta – Foto perbandingan yang menunjukkan kondisi Beirut sebelum dan sesudah peristiwa ledakan, dirilis kantor berita Reuters.

Foto kombinasi tersebut menunjukkan kondisi wilayah pelabuhan di Kota Beirut, Lebanon, pada 22 Agustus 2019 (atas), dan setelah terjadi ledakan pada 5 Agustus 2020 kemarin.

Foto tersebut menunjukkan betapa dahsyatnya ledakan di Ibukota Lebanon itu. Terlihat bangunan bangunan dan kawasan pergudangan yang luluh lantak akibat ledakan.
135 Orang Meninggal Dunia
Hingga Rabu 5 Agustus 2020, tim SAR mencatat sedikitnya 135 orang dilaporkan tewas.
Menteri KesehatanLebanonHamad Hassan mengungkapkan ledakan telah menyebabkan lebih dari lima ribu orang terluka. Sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang. Pemerintah telah mengumunkan tiga hari berkabung dimulai pada Kamis 6 Agustus 2020.
- A'bulosibatang Dalam Irama, TP PKK Berbagi Kebahagiaan Meriahkan HUT Jeneponto Ke-163
- Bandara Sultan Hasanuddin Gelar Forum Riset, Dorong Kolaborasi Penta Helix
- Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Turut Dihadiri Ketua DPRD
- Perkuat Kebersamaan Karyawan, Vasaka Hotel Makassar Gelar GSM Bertema Arabian
- Walikota Munafri Lepas JCH Makassar 2026, Tegaskan Haji Bukan Tamasya
“Tidak ada kata yang bisa menggambarkan kengerian yang melanda Beirut tadi malam, mengubahnya menjadi kota yang dilanda bencana,” kata PresidenLebanonMichel Aoun.
Dia berjanji pemerintah akan menyelidiki peristiwa ledakan secara tuntas dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Hal itu guna meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak terlibat.
Ledakan di Beirut berasal dari sebuah gudang yang berlokasi di dekat pelabuhan. Menurut Aoun, gudang itu menyimpan 2.750 ton amonium nitrat, bahan kimia yang digunakan untuk memproduksi pupuk dan bahan peledak.
Aoun menyebutkan, amonium nitrat telah berada di gudang tersebut selama 6 tahun.
Tidak ada langkah pengamanan yang diterapkan setelah bahan kimia itu disita. Sumber resmi yang mengetahui investigasi awal menyalahkan insiden ledakan sebagai kelambanan dan kelalaian.
Dia mengatakan tidak ada yang dilakukan oleh komite dan hakim yang terlibat dalam masalah tersebut untuk memerintahkan pemusnahan atau pelenyapan amonium nitrat tersebut.
Menurut sumber-sumber di kementerian kabinet memerintahkan pejabat pelabuhan yang terlibat dalam menyimpan atau menjaga amonium nitrat di gudang sejak 2014 untuk dimasukkan ke dalam tahanan rumah. Kabinet pun telah mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di Beirut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
