Terkini.id, Makassar – Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga menyebut beberapa hotel tinggal menunggu waktu gulung tikar. Hal itu lantaran tren kasus Covid-19 terus meningkat.
Menurutnya, dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat memukul perekonomian perhotelan. Saat ini okupansi hotel, rata-rata hanya mencapai 18 persen.
Padahal okupansi di bulan Juni memperlihatkan progres yang positif, tumbuh hingga 28-30 persen.
“Data yang sempat saya terima tadi pagi itu, ada laporan salah satu hotel okupansinya hanya 8 persen. Ini membuat keprihatinan,” ujar Ketua Persatuan Hotel Seluruh Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga, Kamis, 22 Juli 2021.
Selain itu, Anggiat mengatakan dirinya mendapat laporan ihwal penambahan karyawan yang di rumahkan hingga terjadi perubahan skema kerja perusahaan.
“Jadi ada yang sekarang cuma masuk 15 hari dalam sebulan, artinya karyawan dapat upah hanya 50 persen. Jadi kalau ini Covid-19 ini tidak segera berlalu, akan lebih parah lagi. Jadi mudah-mudahan tanggal 25 berakhir (PPKM) karena sangat kurang sekali,” sebutnya.
Terkait stimulus dana hibah, Anggiat mengatakan ada sejumlah kemajuan setelah pertemuan dengan pihak Dinas Pariwisata, pasca-Kementerian menjanjikan prioritas pencairan untuk tahun ini.
Kendati begitu, ia mengatakan belum mengetahui jumlah nominalnya.
“Jadi dari hasil rapat bersama Dispar dan Perizinan Makassar, kita diharuskan rampungkan administrasi pendataan, jadi ini diharapkan paling tidak jadi penopang di saat-saat seperti ini. Kita juga sudah ketemu Pak Wali untuk monitor dinas terkait agar berjalan,” pungkasnya.
Sementara itu Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassat Hasanuddin Leo mendesak PHRI, Dinas PTSP, Bapenda dan Dispar untuk berumbuk menyelesaikan kendala yang ada.
Ia meminta gagalnya realisasi dana hibah tahun 2020 tidak terulang di tahun ini.
“Ini pihak PHRI harus mensertifikasi secara keseluruhan hotel-hotelnya supaya apa yang menjadi kebutuhan itu dilengkapi dari sekarang sehingga pada saatnya tidak lagi (bermasalah),” tegas legislator PAN tersebut.
Leo mengatakan akan menggelar pertemuan pada Jumat, 23 Juli 2021 lewat Monitoring dan Evaluasi (Monev). Dirinya akan mempertanyakan hal ini ke dinas-dinas terkait agar progresnya dipercepat.
“Rencana kita ada monev dengan dinas-dinas terkait kita akan pertanyakan data-datanya,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
