Dana Bagi Hasil Pemprov Sulsel Tertahan: 7 Ribu Laskar Pelangi Makassar Terancam Bubar

Dana Bagi Hasil Pemprov Sulsel Tertahan: 7 Ribu Laskar Pelangi Makassar Terancam Bubar

K
Kamsah

Penulis

Terkini, Makassar – Di penghujung masa jabatannya, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyampaikan refleksi akhir tahun yang sarat dengan kebanggaan, tantangan, dan kekhawatiran.

Dalam pidatonya, ia menegaskan posisi Makassar sebagai percontohan nasional dan internasional, sekaligus memperingatkan ancaman terhadap salah satu inovasi andalannya, “Laskar Pelangi.”

Makassar: Dari Timur Indonesia ke Panggung Dunia

“Makasar bukan sekadar ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan atau Indonesia Timur, tetapi telah menjadi percontohan nasional di berbagai bidang,” ujar Danny di Hotel Four Points by Sheraton, Jumat, 27 Desember 2024.

Ia menyoroti keberhasilan Makassar dalam menjadi sorotan internasional, termasuk melalui acara Youth Summit yang mendapat pengakuan dari Amerika Serikat, Australia, Eropa, Korea, hingga Spanyol.

Baca Juga

Namun, di tengah refleksi itu, ia juga memberikan pesan peringatan. “Pemerintahan baru harus lebih baik dari sekarang, jangan mundur ke belakang. Makassar sudah berada di panggung dunia, dan harus terus maju.”

Ancaman Evaluasi Laskar Pelangi

Laskar Pelangi, yang disebut Danny sebagai “laskar pelayanan publik berintegritas,” adalah gagasan inovatif yang dihadirkan untuk menopang kinerja ASN dan PPPK. Namun, program ini kini terancam.

Masalah utama terletak pada dana bagi hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang hanya disalurkan selama tiga bulan dari total setahun.

Dengan kebutuhan Rp30 miliar per bulan, Makassar seharusnya menerima Rp270 miliar untuk tahun ini. Ketidakpastian ini mengancam keberlangsungan 7.000 anggota Laskar Pelangi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.