Terkini.id, Makassar – Juru bicara Tim Transisi, Henny Handayani mengatakan, saat ini, Danny-Fatma tengah merancang aplikasi kecerdasan buatan untuk memudahkan proses pelacakan pasien Covid-19.
Pasalnya, jumlah kasus Covid-19 di Kota Makassar terus bertambah dan belum terkendali.
Henny mengatakan jumlah kasus Covid-19 di Makassar makin memprihatinkan. Sehingga, kata dia, tim transisi mencari pola dan manajemen penanganan pandemi dengan berkonsultasi dengan pakar kedokteran dan epidemiolog.
“Targetnya jelas, saat Danny-Fatma menjabat bisa menurunkan tren kasus Covid-19, Tim Transisi memberikan masukan pola dan manajemen yang lebih rapi dan terukur dalam menangani Covid-19,” kata Henny, Kamis, 4 Februari 2021.
Hal itu dengan menyinergikan setiap pemangku kepentingan terkait rincian rencana taktis dan strategis yang telah direncanakan.
- Mentan Amran Jawab Isu "Pesta Babi" di Merauke: Yang Kami Bangun Adalah Pesta Pangan
- Wujudkan Progran Nasional, Pemkab Jeneponto Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Secara Terintegrasi
- Pemkot Makassar Terima Aset PIP, Pengembangan Stadion Untia Makin Matang
- Oronamin C Gelar Roadshow "NAMI ON MISSION" di Makassar, Sasar 10.000 Anak Muda dengan Kampanye Hidup Sehat
- Tumbuh Fantastis Hingga 44 Persen, BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini
Henny mengatakan, salah satu langkah taktis yang akan dilakukan Danny-Fatma adalah mendukung program pemerintah pusat yakni, vaksinasi Covid-19.
Selain itu, optimalisasi pemberdayaan Satgas pengawasan untuk penerapan protokol kesehatan di ruang-ruang publik, yang akan melibatkan Ketua RT, RW dan Satpol PP.
Sebelumnya, Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi mengatakan jumlah kasus Covid-19 rata-rata 1200 sampai 1800 per hari. Hal itu tidak menunjukkan perubahan berarti sejak pemberlakuan jam malam.
Upaya pemerintah dengan menerapkan pembatasan jam malam dinilai hanya mampu menunda peningkatan kasus. Pasalnya, kasus Covid-19 tidak menunjukkan adanya penurunan yang signifikan.
“Jadi kita antara 1800 sampai sekitar 1200 kasus baru per Minggu. Sekali lagi stagnan, tidak meningkat, tetapi tidak menurun,” kata Ansariadi.
Kendati pembatasan jam malam belum mampu menurunkan kasus Covid-19, Ansariadi mengatakan hal itu setidaknya mencegah terjadi peningkatan yang eksponensial.
“Itu jauh lebih bagus dibandingkan terjadi kenaikan kasus sebelumnya,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
