Terkini.id, Jeneponto – Guru honorer Pondok Pesantren Al Hikam Pitape, Irawati, hanya bisa terbaring di rumah kediamannya, di Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Irawati terbaring sakit usai menerima, 15 Juni 2021 di Puskesmas Bonto Mate’ne Kecamat Turatea Jeneponto.
Kepada awak media, Guru honorer yang mengajar di Pondok Pesantren Al Hikam Pitape mengngkapkan semua yang dikeluhkan usai menerima vaksin.
aku merasakan pusing dan mual serta tulang-tulang terasa sakit dan tidak bisa berdiri.
“Yang saya rasakan panas seperti terbakar, pusing seperti terputar kebelakang, mual dan tulang saya terasa sakit semua,” ucap Irawati, saat ditemui awak media dirumh kediamannya, Rabu, 23 Juni 2021.
- Kemitraan Australia Indonesia Implementasikan Percepatan Vaksinasi Bagi Kelompok Rentan di Sulsel
- Dituduh Bjorka Belum Booster, Luhut Pandjaitan Bilang Begini
- Siap-siap! Balita akan Diberi Vaksin Covid-19 Akhir 2022, Ini Penjelasan Menkes
- Masuk Mall Wajib Vaksin Booster, Netizen: Bisanya Nyusahin
- Vaksin COVID-19 dan Kontraindikasi Buat Ibu Menyusui
Irawati juga mengaku, menyampaikan semua keluhannya saat di screening oleh dokter sebelum menerima vaksin.
“Jadi saat saya diperiksa dokter, di wawancarai, saya sampaikan semua keluhanku, saya bilang panas dingin ini dok, habis dioperasi juga. Semua keluhanku saya tanya semua,” ungkap Irawati.
Ibu dua anak itu sudah 8 hari berbaring sakit merasakan pusing dan mual, tulang tulang terasa remuk sehingga dia tidak bisa berdiri,” saya sudah tidak bisa berdiri,” ujar Irawati.
Pihak keluarga pun berharap agar korban segera ditangani pihak dinas terkait. pihak keluarga berniat membawanya ke rumah sakit namun terkendala biaya.
Hingga berita ini dikirm, pihak Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
