Danny Pomanto: Pembangunan di Makassar Akan Dimulai dari Lorong

Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bakal memulai pembangunan dari lorong. Sebab, kata dia, menjadi basis kehidupan terbesar masyarakat perkotaan.

Sebanyak 5.000 lorong di Kota Makassar pun akan disulap menjadi destinasi wisata. Hal ini sebagai salah satu bentuk upaya pemerintah untuk menciptakan pelaku UMKM di lorong.

“Lorong merupakan sebuah sel inti dari pembangunan Kota Makassar, tidak membangun lorong, sama saja dengan hanya membangun di dari luar kulitnya saja,” kata Danny, Senin, 24 Mei 2021.

Baca Juga: Pemkot Makassar Cari Duta Pemuda, Tunjang Program Longwis

Danny menjelaskan rencana tersebut merupakan akumulasi dari program-program sebelumnya yang berhasil saat di periode pertama menjabat wali kota.

“Ada lorong tidak rantasa’ (jorok), lorong garden, lorong sehat. Kita ini pernah menjadi juara pemerintahan yang inovatif lewat program yang berbasis di lorong,” ucap Danny.

Baca Juga: Kota Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI XVI 2023

Menurutnya, lorong wisata mampu memberdayakan masyarakat dari segi ekonomi. Ia menginginkan program ini berjalan beriringan dengan program kesehatan dan ekonomi masyarakat.

“Kita lihat nanti. Kita mau ini lorong jadi destinasi wisata baru. Kalau sudah jadi, masyarakatnya kita bina untuk bisa menumbuhkan keterampilannya di situ,” kata dia.

Danny mengatakan ada banyak kuliner khas kita yang bisa dijadikan sumber penghasilan. Misalnya menanam cabai. Ia pun berencana menanam poran dalam pot dengan masyarakat lorong.

Baca Juga: Kota Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI XVI 2023

Untuk mewujudkan semua itu, Danny akan melibatkan seluruh ahli untuk sama-sama merealisasikan program lorong wisata dengan sempurna. Terkhusus para profesor yang tergabung dalam API. 

Menanggapi itu, Sukri Palutturi menawarkan Plan Of Action (POA) dalam mewujudkan konsep pemberdayaan masyarakat lorong.

Ada beberapa kriteria yang terlebih dulu harus dipenuhi yakni, kelompok kerja, kebersihan, keindahan, drainase, alat pengangkut sampah, pemanfaatan lorong, siskamling, kawasan tanpa rokok, keaktifan posyandu, dan ketersediaan media pendidikan.

“Jadi nantinya kita harus mulai dulu membentuk kelompok kerja di lorong-lorong. Terdiri dari 20 orang masyarakat lorong. Mereka ini nantinya yang akan bekerja bersama pemerintah membangun lorong menjadi lorong wisata dan lorong sehat,” paparnya.

Adapun POA dari pemberdayaan masyarakat lorong, kata Sukri, antara lain, menetapakan kriteria lorong wisata atau sehat, sosialisasi, pembentukan kelompok kerja, deklarasi, pelatihan, lomba, pembentukan aliansi, Peraturan Walikota atau Perda, dan kegiatan yang berhubungan dengan lorong wisata.

“Kegiatannya itu macam-macam seperti membentuk UMKM dan sebagainya, seperti halnya yang diinginkan Pak Wali agar ekonomi masyarakat terbantukan di masa pandemi seperti sekarang ini,” tuturnya.

Bagikan