Pilu IRT di Jeneponto, Hendak Memasak Tapi Tak Ada Beras

Saenab Daeng Memang menangis saat ingin memasak nasi namun berasnya tidak ada

Terkini.id,Jeneponto – Saenab Daeng Memang nenek dari Anisa Ramadani bocah putus sekolah karena ditinggal sang ibu, menangis karena tak punya beras untuk dimasak.

Saenab Daeng Memang istri Alimuddin yang kesehariannya hanya penjaga masjid di Kampung Tamanroya Kelurahan Tamanroya Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto.

Mereka hanya tinggal di gedung bekas sekolah yang sudah tidak layak huni, dengan dinding yang hampir rubuh, atap yang keropos dan sebagian sudah terbang terbawa angin.

“Kami hari ini tidak makan, karena beras sudah tidak ada, saya mau beli tapi uang sudah habis, karena upah suamiku kasiha hanya 100 ribu perbulan,” kata Saenab sambil menangis tersedu-sedu.

Dari pantauan terkini.id, keadaan keluarga Alimuddin yang menghidupi seorang istri, 3 orang anak dan seorang cucu yang sudah tak sekolah lagi.

Mereka pun tidur di atas alas bekas baliho yang didapatkan di jalan, kasur yang sudah lapuk, Daeng Memang pun terlihat memakai pakaian daster yang sudah robek yang penuh dengan tempelan kain bekas.

Dari pengakuan Daeng Memang, mereka tinggal dengan sangat memprihatinkan di gedung yang hampir rubuh itu selama kurang lebih 5 tahun.

“Saya tinggal di sini sudah lebih 4 tahun bersama suami, dan 3 orang anak saya serta cucu kami,” tuturnya.

Kisah memilukan itu pun bertambah dengan cobaan Allah SWT dengan menjadi korban banjir bandang pada bulan Januari 2019 lalu.

Ironisnya, Keluarga yang hanya numpang di gedung sekolah yang sudah tidak layak huni itu tak dapat perhatian dari pemerintah, padahal mereka salah satu keluarga korban banjir bandang.

Alimuddin dan keluarganya itu kemabli diuji oleh Allah SWT, rencananya gedung yang ditempatinya selama kurang lebih 4 tahun itu akan diratakan oleh panitia masjid.

“Gedung ini akan dibongkar, tapi saya minta untuk ditunda dulu sampai saya dapat tempat tinggal,” ungkap Alimuddin.

Anehnya dari pengakuan Alimuddin, mereka tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Tidak pernah saya diberikan bantuan pak. Saya sangat mengharapkan bantuan dari dermawan maupun pemerintah,” ujar Alimuddin yang matanya berkaca-kaca.

Komentar

Rekomendasi

Punya Fasilitas untuk 100 Pasien, KRI Soeharso Siap Jemput 74 WNI Kapal Pesiar yang Dikarantina

Lagi, Gadis Sulsel Dilamar dengan Mahar Ditaksir Rp12 miliar

Kenalan di Media Sosial, Ini Alasan Fachry Pahlevi Lamar Putri Bupati Jeneponto dengan Mahar Fantastis

Mahar Pernikahan Putri Bupati Jeneponto dan Anak Bupati Konawe Ditaksir Senilai Rp12 Miliar

Viral, Siswa SMA Ini Menangis Histeris Lihat Kucing Kesayangannya Meninggal Kejang-kejang

Dilamar dengan Mahar 12,5 Hektar Lahan Nikel, Berapa Uang Panaik Anak Bupati Jeneponto?

Pria Gondrong yang Ngamuk di Sekolah Sambil Sebut Nama Menhan ‘Disidang’ Relawan Prabowo

Sinergi bersama Telkom Group, Telkomsel Dukung Gerakan #IndonesiaButuhAnakMuda

Bawa-bawa Nama Prabowo, Pria Ini Ngamuk di Sekolah karena Tak Dikasi Duit

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar