Masuk

Demo Pilkades di Jeneponto Memanas, Massa Nyaris Ricuh di Dalam Gedung Kantor PMD

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Ratusan massa dari Fraksi Revolusi Keadilan bersama massa pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) nomor 1 Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Jeneponto, Selasa, 12 November 2019.

Aksi unjuk rasa yang diberi nama Gerakan Demokrasi ini menduga adanya kecurangan panitia pada pelaksanaan Pilkades serentak di Desa Lembangmanai pada Pilkades serentak yang dihelat 4 November 2019, lalu.

Aksi unjuk rasa ratusan massa tersebut nyaris mendobrak pintu pagar kantor PMD Jeneponto, karena tidak diizinkan oleh pihak keamanan untuk masuk di halaman kantor PMD.

Baca Juga: Pasca Pilkades, 8 Unit Rumah Dibongkar di Desa Punagaya Lantaran Diduga Beda Pilihan

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menduga adanya pelanggaran oleh Panitia Pilkades Desa Lebang Manai.

“Kami menemukan adanya masyarakat Desa Lebang Manai yang dihalangi untuk menyalurkan hak pilihnya pada pemungutan suara, 4 November 2019 lalu,” kata Jenderal Lapangan Aksi tersebut, Hidayat.

Hidayat juga menyampaikan dugaan adanya pemilih dari luar Desa Lebang Manai.

Baca Juga: Tak Puas dengan Jawaban Anggota DPRD Soal Pilkades Jeneponto, Dua Perempuan Ngamuk

“Kami juga menemukan pemilih yang menyalurkan hak suara di Pilkades Lebang Manai yang bukan warga Desa Lebang Manai, Kecamatan Rumbia,” tegasnya.

Usai orasi, sembilan perwakilan diizinkan untuk bertemu Panitia Pilkades tingkat Kabupaten.

Namun, pertemuan tersebut nyaris ricuh saat salah seorang Panitia Pilkades tingkat Kabupaten mempertanyakan kepada perwakilan pengunjuk rasa, apakah aspirasi itu sudah disampaikan kepada BPD Desa Lebang Manai atau belum.

Pertanyaan itu langsung direspons oleh perwakilan pengunjuk rasa dengan kata-kata keras dan nyaris berujung bentrokan dalam ruangan. Beruntung, pihak kepolisian dapat mengamankan situasi yang sempat memanas.