Masuk

Demokrat Singgung Koalisi Bubar Tak Jalan Buntut Nasdem Sebut LBP Cawapres Anies Baswedan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Wakil Sekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon menyinggung soal Luhut Binsar Pandjaitan yang diiming-imingi menjadi Cawapres Anies Baswedan. Pasalnya jika hal itu terjadi, maka koalisi bubar tak jalan.

Menurut Jansen Sitindaon, perwakilan dari Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tengah intens berkomunikasi tentang siapa yang bersedia mendampingi Anies, dan proses pembentukan Koalisi Tripartit atau tiga partai.

Namun secara bersamaan, Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali terus memunculkan nama-nama baru yang dianggap bisa menjadi cawapres Anies.

Baca Juga: Posting Video Anies Baswedan Ogah Tangannya Dicium, Husin Shihab: Dia Sudah Capek Berbohong

“Hehe… Pokoknya, bang Ahmad Ali ini tiap hari ada terus nama-nama baru keluar dari kantongnya. Lama-lama, yang jatuh nama mas Anies sebagai capres dan koalisi ini bubar tak jalan,” ucap Jansen, dikutip dari akun twitternya @jansen_jsp oleh Suara.com jaringan Terkini.id, Minggu 23 Oktober 2022.

“Kan sudah ada tim dari 3 partai kita, yang terus berkomunikasi untuk hal ini, biarkan mereka bekerja, kita tunggu. Salam,” sambung Jansen.

Perkataan Jansen dinilai pertanda Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak akan terpilih sebagai Cawapres Anies Baswedan di Pilpres 2024.

Baca Juga: Tetapkan Anies Bacapres, Ketua Demokrat Sulsel: AHY Menjawab Harapan Masyarakat

Diketahui, Jansen berbicara seperti itu lantaran perkataan Ahmad Ali yang selalu mengejutkan publik dengan menyebut berbagai nama yang layak menjadi Cawapres Anies.

Ali merasa Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP layak menjadi wakil Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

Ali bahkan mengaku bersedia mendukung Luhut menjadi calon wakil presiden Anies, lantaran figur Menko Marives itu dinilai tepat, mengingat kemampuan, karakter, dan jaringan pendukungnya yang kuat, bisa menaikkan nama Anies Baswedan di masa depan.

Pernyataan ini jelas menimbulkan pro dan kontra. Luhut disebut salah satu orang yang sangat dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga memunculkan spekulasi yang berseberangan terhadap Anies.