Masuk

Sempat Disejajarkan, Denny Siregar Komentari Aksi Ernest Hapus Cuitan Remehkan Formula E Usai Dihujat Netizen

Komentar

Terkini.id, JakartaDenny Siregar ikut berkomentar terkait aksi komika Ernest Prakasa yang menghapus cuitan twitternya usai dibully netizen karena mengomentari Formula E yang dihelat di Jakarta pada 4 Juni 2022 lalu.

“Bro (Ernest Prakasa) harus belajar dari abang cara hadapi bullyan,” tulis Denny Sirregar di instagramnya, Selasa 7 Juni 2022.

Denny Siregar bahkan berniat menerbitkan buku tips dan trik menghadapi bullyan. Diketahui, Denny Siregar memang kerap mengomentari fenomena yang viral di Indonesia dan tak jarang menuai pro dan kontra dikalangan warganet.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

“Ntar kuterbitkan buku tips dan triknya ya… Yang level dummies aja dulu,” imbuh Denny.

Postingan Denny Siregar sontak mengundang netizen untuk berkomentar. Meski sempat disejajarkan netizen menilai mental Ernest Prakasa masih kurang.

“Masih kurang kuat mental dia (Ernest Prakasa), ajarin bang level 1 aja dulu wkwk,” tulis @philippp1809.

Baca Juga: Trending ‘RIPTwitter’, Elon Musk Kabarkan Akan Hapus Twitter

“Ernest gayanya sok keras eh taunya mentalnya lemah, kalah jauh dari abu janda,” tulis akun lainnya, @agil_piero.

“Orang cina memang nyali tidak ada, takut mangkok nasi pecah sama kadrun,” kata akun @andrew13899.

Sebelumnya nama Ernest Prakasa viral menjadi perbincangan akibat cuitannya yang menuai kontroversi.

“Wajar lah brand ga mau keluar duit. Jangan samain ama Moto GP yang memang event bergengsi, Formula E siapa yang ngikutin coba selain panitia,” tulis Ernest di twitter.

Baca Juga: Jika Ganjar Pranowo Jadi Presiden, Denny Siregar Janji Berhenti Ngomong Politik

Setelah dihujat netizen, akhirnya Ernest Prakasa menghapus cuitannya dan meminta maaf.

“Buat para pendukung capres yang udah mulai bergerak, mohon maaf ya kalo twit saya mengganggu kenyamanan. Semangat terus kerjanya kawan, rekrut pasukan yang banyak supaya bisa menyerap tenaga kerja,” tulis Ernest.