“Itu juga angka untuk calon presiden yang sudah punya nama di masyarakat dari hasil survei. Kalau yang belum punya nama ya lebih tinggi lagi biayanya untuk promosi. Bayangkan, kalau seorang calon presiden harus gerak setahun atau 12 bulan sebelum pemilihan, mereka harus keluar uang Rp 1,2 triliun hanya untuk media online saja. Belum lagi televisi, belum lagi logistik di darat dan lain-lain. dan lain-lain,” ujarnya.
Denny juga percaya perkataan Ridwan Kamil yang bilang bahwa dia mendengar biaya untuk satu orang calon presiden itu bisa mencapai Rp 8 triliun.
Menurutnya, ini lebih masuk akal meskipun angkanya fantastis banget karena itu nggak sembarangan orang bisa jadi calon presiden di negara demokrasi ini.
“Mereka harus didukung oleh sumber daya yang sangat kuat, logistik yang kuat untuk bisa menang. Makanya, biasanya kalau ada incumbent, potensi menang mereka jauh lebih besar daripada penantangnya karena incumbent, menguasai sumber daya dan logistik,” kata Denny.
“Nah, menariknya di 2024 nggak ada yang incombent masing-masing calon presiden itu setara peluangnya. Di 2024 yang incumbent adalah partai yang berkuasa seperti PDI Perjuangan karena mereka selama 10 tahun menguasai banyak aspek kebijakan yang membuat peluang calon yang mereka angkat bisa memenangkan pertarungan,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![Denny Siregar. [YouTube COKRO TV] denny siregar](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/11/terkiniid_screenshot_650.jpg)