Masuk

Denny Siregar Ogah Kasus Ade Armando Disamakan dengan Tragedi KM 50: Woi, 6 Laskar FPI itu Kriminal!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar tidak ingin kasus kekerasan yang menimpa Ade Armando disamakan dengan tragedi KM 50 yang menewaskan 6 Laskar FPI. Menurut Denny, 6 Laskar FPI yang tewas dalam tragedi itu adalah kriminal.

Denny dengan tegas mengatakan bahwa apa yang menimpa 6 Laskar FPI itu atas kesalahan mereka sendiri karena melawan polisi dengan menggunakan sejata api dan senjata tajam dan itu masuk dalam perbuatan kriminal menurut Denny.

Pernyataan Denny Siregar ini diposting melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Rabu 13 April 2022.

Baca Juga: Selama Tahun 2022, Ini Jumlah Kasus yang Ditangani Polres Jeneponto

“Masa kasus Ade Armando mau disamakan sama kasus laskar FPI di KM 50? Woi, 6 laskar itu kriminal. Mereka lawan polisi pake senjata api dan tajam”, tulis Denny Siregar.

Denny menyebut saat itu polisi hanya melakukan pembelaan diri karena diserang oleh 6 laskar FPI itu dengan menggunakan senjata.

“Polisi bela diri, akhirnya mereka yang mati, kalau polisinya yang mati kalian pasti sorak sorai lagi. Jadi sekali lagi, mereka kriminal!”, tulisnya lagi.

Baca Juga: Denny Siregar: Mau Ibadah Natal Aja Susah, Nabi Pasti Nangis!

Seperti diketahui, kejadian naas yang menimpa Ade Armando memang menyita perhatian publik, bahkan beberapa sempat menyinggung tragedi KM 50 yang menewaskan 6 Laskar FPI.

Salah satu yang sempat menyinggung kasus KM 50 adalah Aktivis, Nicho Silalahi yang mengatakan bahwa tidak pantas teriak kemanusiaan untuk kasus Ade Armando, Nicho menyebut teriakan kemanusiaan lebih cocok untuk kasus penyiraman air keras Novel Baswedan dan tragedi KM 50.

“BuzzerRp jahanam itu teriak kemanusiaan, namun saat ada orang yang berintegritas disiram air keras karena menjalankan tugasnya, hingga ada 6 orang dibunuh malah mereka bully dan caci maki, giliran satu dedengkotnya di gebukin malah teriak-teriak kemanusiaan, kalian sehat ga?”, tulis Nicho.

Sebagai informasi, tragedi KM 50 yang terjadi pada 7 Desember 2020 lalu menewaskan 6 orang laskar FPI. Menurut informasi, mereka tewas akibat tertembak oleh aparat yang saat itu sedang mengamankan acara Rizieq Shihab.