DI TENGAH gejolak ekonomi yang dihadapi bangsa ini, ada tangan-tangan para pekerja tambang yang terus beradu dengan nyala api industri. Semangatnya seiring dengan derasnya aliran investasi berkelanjutan di jantung Sulawesi, yang dibawa perusahaan anggota MIND ID.
DI Balik pakaian tebal yang menyerupai astronot, Suharman (52 tahun) dengan sigap mengendalikan logam cair yang mengalir dari tungku peleburan di salah satu fasilitas smelter nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur. Percikan api menyambar ke mana-mana, ketika tongkat tapping yang dia pegang beradu dengan logam cair seperti lahar di dalam area pabrik bersuhu sekitar 50 derajat celsius.
Suharman bersama para pekerja di bagian tungku peleburan, harus memastikan, bijih-bijih nikel mentah tersebut bisa melebur dan mencapai suhu kira-kira 1.400 derajat celsius, sehingga material berharga nikel matte itu terpisah dari material yang tidak dibutuhkan. Lalu layak untuk diekspor.
“Bagian furnace atau peleburan nikel ini harus beroperasi 24 jam, jadi sistemnya shift. Untuk pekan ini saya dapat shift sore pukul 15.00 WITA sampai pukul 23.00 malam, lima hari sepekan,” ungkap Suharman lewat sambungan telepon, awal Januari 2025 lalu. Kepada terkini.id, Suharman juga mengirimkan video dan dokumentasi aktivitasnya, sambil memakai pakaian APD berbahan aluminium di tempat peleburan nikel itu.

Pria asal Kabupaten Soppeng itu sudah bekerja hingga 26 tahun di PT Vale, bergelut dengan suasana industri yang jauh dari suhu yang sejuk, bahkan berisiko terpapar radiasi CO. Tapi dia tetap senang dan bersemangat. “Karena semua orang di sini sudah seperti keluarga, apalagi perusahaan juga memberi fasilitas yang safety. Ada ruang ber-AC untuk beristirahat, untuk rehat sejenak,” ungkapnya lagi.
- Living Lab Ekonomi Sirkular: Kemitraan Universitas Negeri Makassar dan TPS3R Karebosi Didukung oleh Program Bestari Saintek 2026
- Bank Sulselbar Kembali Bersinar, Boyong Dua Penghargaan Banking Customer Experience 2026
- MAF Polbangtan Kementa Vol. 7 Edisi 25 Dorong Transformasi Pengendalian OPT Modern untuk Produktivitas Pertanian Nasional
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- Perkuat Budaya Keselamatan Laboratorium, Polbangtan Kementan Gelar Workshop Pengelolaan Limbah B3
Tapping, atau proses mengeluarkan dan menjaga aliran nikel cair dari furnace itu, masih membutuhkan tangan-tangan manusia. Pekerjaan yang berada di “ujung tombak” pemurnian nikel ini membutuhkan insting dan keputusan cepat dari orang seperti Suharman, karena cairan nikel dari furnace tidak selalu lancar. Terkadang tersumbat, terlalu kental, dan tentu saja membutuhkan peran petugas tapping.
Suharman adalah satu dari lebih dari 3.000 karyawan PT Vale Indonesia Tbk –bagian dari holding PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID, yang berada di balik tingginya permintaan nikel matte dari Sulawesi.
Nikel matte, adalah produk utama PT Vale yang diproduksi melalui industri berteknologi RKEF (rotary kiln electric furnace) dari Sorowako. Kapasitasnya mencapai rata-rata 70.800 metrik ton per tahun, dengan pendapatan USD950 juta pada 2024 lalu.
Nikel Matte yang diproduksi dari hasil tangan Suharman dan para pekerja PT Vale di Sorowako, adalah produk yang berkualitas tinggi, dengan kadar nikel berkisar 75 persen. Umumnya dikirim ke Jepang. Hasil penjualannya pun berkontribusi hingga hampir separuh total ekspor Sulawesi Selatan.
Pada semester 1 2025, misalnya, omzet ekspor nikel matte PT Vale hingga USD426,7 juta, atau sekitar 45,9 persen dari total ekspor Sulsel, USD927,9 juta. Khusus bulan Juli, BPS bahkan mencatat pengiriman nikel matte berkontribusi hingga 57,19 persen terhadap total ekspor Sulsel.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
