Desa Datara Jeneponto Menuju Nominator Desa Wisata Nusantara

Destinasi wisata di Desa Dataran, Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto
Destinasi wisata di Desa Dataran, Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto memiliki potensi untuk menjadi Desa wisata. 

Hal itu dapat terwujud jika potensi destinasi wisata Tuang Loe dan Jembatan Gantung yang berlokasi di Desa Datara dapat dikembangkan.

Dalam mewujudkan Desa Datara menjadi Desa wisata, Dinas Parawisata Jeneponto melirik dengan implementasi Program Pengembangan Desa Wisata di Desa Datara dengan menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) serta STIPAR Tamalate Makassar.

Hal itupun ditindaklanjuti dengan peninjauan tim penilai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam rangka visitasi penilaian Program Pengembangan Desa Wisata di Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sabtu, 14 November 2020.

“Iya, kemarin tim peninjau dari Kemenpar RI yakni, Santi Palupi, Vitria Ariani, Diah dan Amir yang merupakan tim penilai Kemenparekraf pada Bidang Pengembangan dan Industri Kelembagaan sudah meninjau potensi destinasi wisata di Desa Datara,” kata Kepala Dinas Pariwisata Jeneponto, Elly Isriani Arief kepada terkini.id, Minggu, 15 November 2020.

Menarik untuk Anda:

Menurutnya, Peninjauan tersebut sebagai tindak lanjut Implementasi Program Pengembangan Desa Wisata dan akan dukung dengan program pendampingan desa wisata dengan bekerjasama Kemenparekraf RI, STIPAR Tamalate Makassar, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto dan GENPI Jeneponto.

“Tim dari Kemenpar RI memberikan arahan bahwa Desa wisata itu ada empat, Desa wisata embrio, Desa wisata rintisan, Desa wisata berkembang dan Desa wisata maju dan mandiri, itu yang harus dikembangkan, terutama embrio dan berkembang,” ungkap Elly Isriani.

Dari hasil peninjauan tim Kemenpar RI, kata Elly Isriani, Desa Datara memiliki cukup potensi untuk menjadi desa wisata.

”Yang kita harapkan adanya pendampingan pengembangan desa wisata dari perguruan tinggi untuk menuju ke desa wisata. Dan tim master planner sudah menyampaikan pada saat TOT ke perguruan tinggi sebelum melakukan peninjauan di lapangan,”ucapnya.

Lebih lanjut, Elly mengatakan, pendampingan pengembangan Desa Wisata diharapkan dapat mengembangkan semua kriteria menuju Desa wisata

”Ketika perguruan tinggi masuk, kriteria-kriteria tersebut harus meningkat dari sebelumnya dan sesudah melakukan program pendampingan,”terangnya.

Elly juga menyampaikan indikator utama dari penilaian yakni, menarik wisatawan yang datang ke desa Datara.

“Harus unik dan apa yang menarik dari Desa Datara. Ketika banyak wisatawan yang datang maka destinasi berkembang dan pendapatan masyarakat ikut berkembang, dan saya berharap rumah – rumah panggung yang ada di daerah ini, kita pertahankan karena itulah yang akan menjadi daya tarik wisatawan dari luar daerah,”ucapnya.

Dia juga mengatakan, Dinas Parawisata Jeneponto mendorong Desa Datara sebagai Desa wisata dalam rangka membangun Pariwisata Jeneponto dengan pelatihan SDM kepariwisataaan, serta mendukung pelaksanaan pendampingan dan pengembangan Desa wisata yang dilakukan STIPAR Tamalate Makassar.

“Kita berharap Desa Datara bisa masuk 10 besar terbaik. Untuk itu harapan kita STIPAR Tamalate Makassar bisa menjadi Perguruan Tinggi terbaik dalam pendampingan dan pengembangan desa wisata di Desa Datara sehingga dapat menyangga wisata di Sulawesi Selatan khususnya di Jeneponto,” tutup Elly.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Jet Ski Safari Hadir di Makassar, Siap Kembangkan Potensi Bahari dan Olahraga Air

Hutan Pinus Paccumikang Jeneponto Siap Bersaing dengan Destinasi Wisata di Daerah Lain

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar