Terkini.id, Jakarta – Ketua Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule mendesak para tokoh dan elite bangsa membentuk Pemerintahan Presidium menggantikan pemerintahan Presiden Jokowi.
Iwan Sumule lewat unggahannya di Twitter, Selasa 24 Agustus 2021, meminta kepada para tokoh bangsa untuk berkonsolidasi dan membentuk Pemerintahan Presidium.
Hal itu, kata Iwan, harus dilakukan untuk menyelamatkan cita-cita berbangsa dan bernegara.
“ProDEM mendesak para tokoh dan elite bangsa, agar segera berkonsolidasi dan membentuk “Pemerintahan Presidium” untuk menyelamatkan cita-cita berbangsa dan bernegara,” cuit Iwan Sumule dikutip Terkini.id dari akun Twitter KetumProDEMnew.
Adapun tugas Pemerintahan Presidium tersebut, menurut Iwan, yakni pertama membubarkan kabinet pemerintahan Jokowi.
- Tanggapi Sindiran Luhut, Iwan Sumule: Apa Maksudnya Megawati Itu Sakit Jiwa
- Ketua ProDEM: Presiden Tak Perlu Ragu dan Segera Deklarasikan Jokowi 3 Periode
- Soal Luhut, Iwan Sumule: Pak Jokowi, Pembantunya Ini Kerjanya Bikin Gaduh dan Meresahkan, Kok Dipertahankan?
- Megawati Singgung Kader Main Dua Kaki hingga Ancam Pecat, Iwan Sumule: Semoga Bukan Ditujukan kepada Ganjar
- Sebut Rakyat Kerap Tertipu Janji dan Pencitraan, Iwan Sumule Harap Inkonsistensi Jokowi Jadi Pelajaran Memilih Pemimpin
Kedua, lanjutnya, membentuk kabinet sementara yang amanah dan ketiga, mempersiapkan penyelenggaran Pemilu dalam kurun waktu 3-6 bulan.
“Tugas Presidium: 1. Bubarkan kabinet 2. Bentuk kabinet sementara yang amanah 3. Persiapkan pemilu dalam 3-6 bulan,” tegas Iwan Sumule.

Unggahan Iwan Sumule tersebut menuai respons dari sejumlah warganet. Salah seorang dari mereka juga mengusulkan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dibubarkan.
“Bubarkan juga DPR yang mandul, tidak menjalankan salah satu fungsinya: mengawasi, menilai, dan menindak pemerintah (presiden) yang tidak menerapkan “tata kelola pemerintahan yg baik (jujur, amanah, bertanggung jawab),” komentar netizen Muhcotan.
Sementara netizen lainnya, Muza2019 menilai para tokoh bangsa saat ini bungkam lantaran takut diciduk aparat dan masuk penjara.
“Pada diam para tokoh dan elitnya… takut di ciduk dan masuk penjara… sekarang banyaknya koar-koar di medsos doang… Lah wong mau demo saja sdh di tongkrongin depan pintu,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
