Terkini.id, Makassar – Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Abdi Asmara meminta pemerintah kota merampungkan pembangunan Rumah Sakit Jumpandang Baru.
Ia beralasan keberadaan RS tersebut sangat dibutuhkan untuk melayani kasus Covid-19.
Abdi menaksir anggaran pembangunan Rumah Sakit (RS) Jumpandang Baru yang dibutuhkan sekitar Rp10 milliar.
Anggaran tersebut, kata dia, khusus diperuntukkan untuk lantai satu dan dua.
“Kita melihat bahwa anggaran yang diserap waktu 2019 itu sudah terselesaikan anggarannya sekitar Rp50 miliar kalau tidak salah,” ujar Abdi, Jumat, 28 Agustus 2020.
- MTQ VIII KORPRI di Makassar, Sejumlah Lokasi Parkir Disiapkan untuk Peserta dan Tamu
- Asmo Sulsel Bagikan Pesan Keselamatan: Jangan Biarkan Handphone Ganggu Fokus Berkendara
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
Legislator Partai Demokrat ini, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung pembangunan RS Jumpandang Baru dan melihat sebagian besar pembangunan telah rampung.
Kendati begitu, RS tersebut masih membutuhkan sedikit sentuhan untuk merampungkan pembangunan tersebut.
Minimal, kata dia, poliklinik hingga laboratorium dapat beroperasi dan dipergunakan untuk melayani kasus Covid-19.
“Struktur itu sudah selesai, bahkan sudah dibungkus, kita lihat sendiri sudah terbungkus dengan kacakan di sana,” kata Abdi.
Pengoperasian lantai satu dan dua, menurut Abdi penting dalam melayani masyarakat sekitar.
“Waktu kita kunjungan ke sana yang kita lihat fasilitas di situ kurang memadai, jadi memang ini cukup penting,” katanya lagi.
Abdi melanjutkan pengoperasian dari sisi struktur gedung juga dianggap penting. Gedung yang lama terbengkalai dianggap berpotensi menurunkan kekuatan dari struktur bangunan.
Ia mengatakan pembangunan nantinya tetap melalui proses lelang, dan rencana penambahan anggaran diperkirakan pada parsial empat atau anggaran perubahan.
“Sebenarnya sudah dianggarkan itu pembangunan rencana di 2020 tetapi ada refocusing sehingga tertunda, jadi kami minta PU segera kembalikan anggaran yang ada Jumpandang Baru itu, nantinya sisihkan anggaran ke Jumpandang baru itu sekitar Rp10 miliar untuk ini,” ujar Abdi.
Abdi optimis pemerintah kota bisa lebih memperhatikan pembangunan gedung tersebut.
Ia berharap pengoperasian lantai satu dan dua dapat berjalan pada Desember 2020 hingga awal tahun depan.
“Jadi kalaupun masih tidak bisa paling minimal sekali itu beroperasi polikliniknya saja, kita paham, inikan banyak refocusing juga dan berkaitan dengan kondisi keuangan pemerintah kota, namun tetap ada urgensi RS tersebut untuk digunakan,” ujarnya.
Proses fisik pembangunan RS Jumpandang Baru sempat mangkrak, Dinas PU terpaksa menghentikan proyek akibat refocusing anggaran di awal tahun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
