Di Bantaeng, Dr. Azikin Solthan Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh

Terkini.id, Bantaeng – Bertempat di Aula Kecamatan Ulu Ere Bantaeng, Dr. Azikin Solthan membuka kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh yang dilaksanakan oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Kamis 25 Februari 2021.

Dalam sambutannya, Dr. Azikin yang merupakan anggota Komisi IV DPR RI ini berterima kasih atas amanah yang diberikan masyarakat Butta Toa Bantaeng sehingga duduk di Parlemen untuk periode yang kedua. Imbasnya bisa dirasakan Kembali dengan program-program yang dapat dirasakan untuk kepentingan hidup masyarakat.

Dimana dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini berbagai bantuan khususnya di sektor pertanian, digelontorkan melalui perjuangannya di Komisi IV. Termasuk Bimtek ini jelas Azikin.

Baca Juga: Dr. Syaifuddin: Kalian Harus Ikut Beri Sumbangsih untuk Keberhasilan Food...

Bimtek ini merupakan kegiatan yang kami gagas dengan Kementerian Pertanian yang tujuannya adalah peningkatan kapasitas petani dan penyuluh. Membangun kekuatan SDM pertanian adalah kebutuhan di semua daerah, termasuk di Bantaeng.

“Untuk diketahui,  daerah ini menjadi sebuah daerah pertama yang tersentuh program ini dibanding daerah lain,” ungkapnya. Mantan Bupati Bantaeng dua periode  itu berharap,  petani di Bantaeng bisa memanfaatkan kesemapatan ini sebaik mungkin.

Baca Juga: Akomodir Kebutuhan Wirausahaan Muda Pertanian, YESS PPIU Sulawesi Selatan Gelar...

Azikin juga berkisah saat dirinya memberikan intervensi untuk peningkatan SDM petani kentang di Ulu Ere. Kala itu,  katanya, membiayai studi banding sejumlah petani dari Bantaeng ke Jawa untuk meningkatkan hasil pertanian.

“Setelah belajar di Jawa, petani kita bisa memproduksi kentang lebih banyak dan lebih besar. Intinya adalah SDM petani kita memang harus terus dikembangkan,” pungkasnya.

Intinya, tegas Azikin Solthan,  peningkatan SDM petani adalah hal mutlak mesti dilakukan daerah. Tujuan utama dari peningkatan SDM ini, imbuhnya lagi, tentu membangun kekuatan petani untuk mendorong terciptanya peningkatan produksi pertanian.

Baca Juga: Kampus II Polbangtan Gowa Berikan Layanan Vaksin Bagi Peternak Sekitar...

“Kita bersyukur, Bantaeng ini salah satu daerah yang meningkat produksi pertaniannya meski berada di masa pandemi Covid-19. Ini adalah sebuah prestasi luar biasa, meski demikian, saya yakin setelah pelatihan ini, produksi pertanian Bantaeng terus meningkat,” tukas Azikin Solthan

Dr. Syaifuddin yang merupakan Direktur Polbangtan Gowa dalam laporannya juga berterima kasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan anggota Fraksi Gerindra DPR-RI ini atas perhatiannya selama ini untuk pengembangan pertanian, terkhusus lagi untuk kepentingan hidup masyarakat petani.

Menurutnya, kegiatan ini mendapatkan anggaran dana dari Kementerian Pertanian melalui perjuangan Azikin Solthan di Komisi IV.  “Sejak saya bertugas dan berkecimpung di pertanian sejak 1992 sampai sekarang, baru kali ini ada kegiatan pelatihan yang melibatkan kerja sama komisi IV dengan Kementerian Pertanian,” aku Syaifuddin.

Ditambahkan, kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas penyuluh dan petani. Agar petani dapat menerapkan teknologi pertanian demi meningkatkan produksi pertanian di Bantaeng.

Apa yang dilaksanakan oleh Polbangtan Gowa terkait Bimtek ini merupakan arahan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

SYL mengungkapkan bahwa saat ini Kementan memiliki konsentrasi jangka panjang dalam menumbuhkan minat anak muda pada sektor pertanian modern.

Apalagi, kata dia, sektor pertanian sedang memasuki era baru yang memiliki pendekatan online sistem dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Menurutnya, langkah intervensi pertanian baru harus dilakukan agar Indonesia benar-benar maju, mandiri dan berdaulat pangan.

“Di era sekarang, startup dan robot construction sudah menjadi bagian dari pertanian. Dengan begitu digital systeam menjadi pendekatan baru di sektor pertanian masa depan. Anak muda tidak perlu turun ke lumpur, cukup mainkan remot control sudah bisa tanam dan panen,” katanya.

Ke depan, Mentan optimis anak muda mampu menjadi para petani sukses dengan memanfaatkan fasilitas dan bantuan yang ada. Dengan begitu, petani akan terus termotivasi untuk melakukan sebuah ide baru dan inovasi kreatif.

“Kemampuan riset dan teknologi yang kita miliki, pasti modern dan pertanian bisa dilakukan dengan baik,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini Kementan sudah menetapkan target pencetakan 2,5 juta petani muda untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Pencetakan ini dilakukan untuk merealisasikan program jangka panjang pemerintah. Upaya ini bahkan sudah dulakukan dengan melakukan kerjasama dengan Kementerian lain dan perguruan tinggi.

Kepala Badan Penyuluh Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi kembali menegaskan, petani muda milenial memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

“Kita juga sudah satu tahun mendorong, membangun dan menciptakan petani muda milenial. Petani muda milenial walaupun jumlahnya sedikit, tapi pengaruh dan dampaknya terhadap pembangunan pertanian luar biasa sangat signifikan,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, keberhasilan suatu bangsa dan negara ditentukan kebangkitan milenialnya. Begitu juga keberhasilan suatu pembangunan pertanian akan terwujud manakalah kaum milenialnya bangkit.

“Karena itu, kita sebagai insan pertanian, sebagai birokrat, sebagai pegawa negeri atau sebagai penyuluh harus senantiasa mendorong petani milenial. Insyallah tahun 2021, kita akan bangun terus Kostratani di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Dedi.

“Kita berdayakan penyuluhnya, kita berdayakan petaninya,Balai Penyuluh Pertanian, petani milenial, Kelompok Wanita Tani. Semua kita berdayakan. Kita sama-sama bangun sdm pertanian Indonesia agar bertul-betul profesional,mandiri dan berdaya saing,” tambahnya.

Dedi menyampaikan, hingga saat ini sdm pertanian memberikan kontribusi terhadap produktivitas, yaitu sebesar 50 persen. Inovasi teknologi sarana dan prasarana sebesar 25 persen. Sedangkan, peraturan perundang-undangan, dan kebijakan lokal wisdown sebesar 25 persen.

 
Sponsored by adnow
Bagikan