Di Masa Pandemi, Polbangtan Gowa Gelar Webinar Nasional “Peran Milenial dalam Pembangunan dan Peningkatan Produksi Pertanian di Masa Pandemi”

Webinar Nasional Polbangtan Gowa

Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa di bawa Kementerian Pertanian Republik Indonesian mengadakan webinar dengan tema “Peran milenial dalam pembangunan dan peningkatan produksi pertanian di masa pandemi” melalui aplikasi Zoom, Rabu (26/8/20)

Kegiatan webinar tersebut di ikuti Kapusdiktan Kementerian Pertanian RI Dr. Idha Widhi Arsanti SP. MP, dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa Dr. Ir Syaifuddin MP, selaku moderator Wakil Direktur I Dr. Ir Kartika Ekasari Z M. Si, dan para dosen dan seluruh mahasiswa polbangtan Gowa.

Idha Widhi mengatakan mari kita bersama-sama dengan seluruh civitas akademika untuk kemudian melaksanakan nasional terkait dengan peran Petani dalam meningkatkan produksi pertanian di masa pandemi. seperti kita ketahui bahwa saat ini kita di hadapkan pada tantangan yang cukup serius Di mana para petani kita saat ini semakin lama jumlahnya semakin menurun dan kemudian juga umurnya adalah rata-rata petani kita sudah sangat senior atau sudah sangat tua begitu Sehingga dalam waktu dekat bisa terjadi bahwa penurunan ini terus berlanjut Dan kemudian akan adanya krisis sumber daya manusia pertanian tentu saja ini kita harus kita hadapi bagaimana tantangan tersebut,bagaimana kita bisa memecahkan permasalahan terkait dengan sumber daya manusia pertanian yang terampil disebut.

Kemudian tahu kita bahwa saat ini terdapat 33,4 juta petani yang ada di indonesia dan kemudian hanya 2,7 juta petani melenial sangat sedikit sekali kemudian selebihnya 30 juta sekian itu adalah petani yang saya bisa sebutkan dan tentu saja ini tantangan bagi kita semua Bagaimana kondisi saat adalah kita mendorong adanya tantangan di mana dari tahun ketahun jumlah petani menurun kita mencoba untuk kemudian memberikan insentip bagi generasi muda untuk kemudian mau berkecimpung disektor pertanian 

“Harapannya webinar nasional ini terkait dengan petani milenial ini bisa berlangsung dengan baik dan tentu saja ini merupakan suatu dorongan terutama bagi mahasiswa Polbangtan dan juga anak-anak muda saya mengajak pada masuk polbangtan untuk mendorong anak-anak muda di sekitarnya untuk kemudian ikut berpartisipasi di bidang pertanian paling tidak satu mahasiswa polbangtan bisa mengajak 10 anak-anak sekitarnya yang ada di pengangguran atau kemudian mungkin bekerja di sektor jasa lain ya ayo bersama-sama untuk kemudian terjun di sektor pertania” pungkas Idha

Menarik untuk Anda:

Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga menegaskan bahwa di tengah Pandemi Covid 19 ini, petani dan penyuluh harus tetap melakukan pekerjaan sehari-harinya dalam menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan terjadi di Indonesia. Untuk itu, Mentan mengajak semua pihak untuk bekerja keras dalam menghadapi krisis pangan dunia. Menurutnya, tantangan tersebut bisa dihadapi dengan dua langkah, yaitu dengan penanaman yang cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian,  Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Prof. Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani

“Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan. Penyuluh harus memastikan petani tetap menanam, seandainya besok kiamat, maka hari ini harus tetap menanam,” jelas Dedi.

Syaifuddin, Direktur Polbangtan Gowa dalam sambutannya juga menambahkan peserta webinar yang berhubungan dengan petani milenial dalam rangka meningkatkan dan produktivitas tanaman pertanian. Meliputi masa pandemi Corona ini ini mungkin bisa dijadikan sebagai sebuah agen perubahan dalam kegiatan kepemimpinan nasional ini kemudian perlu juga saya sampaikan bahwa ada berapa hal sehingga para milenial ini atau para wirausaha muda di optimalkan karena yang pertama 90% pekerjaan di dunia itu diciptakan oleh pengusaha ini menunjukkan bahwa wirausaha ini merupakan satu kegiatan yang bisa mengaktifkan kegiatan ekonomi, Kenapa wirausaha itu penting karena merupakan sumber produksi dan inovasi baru dan pengusaha atau wirausaha ini menjaga ekonomi tetap hidup menjaga ekonomi tetap hidup atau pengusahalah yang menggerakkan ekonomi bukan bank sentral asia. ini yang perlu saya sampaikan sekali lagi kepada para panitia ini kalau bisa kegiatan semacam ini kita lanjutkan dan bukan hanya hanya menjadi Scope internasional dengan mengundang beberapa pembicara yang kompeten.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Perayaan Semarak Bulan Bahasa, Himaprodi PBSI UNM Bagi Masker dan Gelar Seminar

Hadirkan Waketum LPBH NU Makassar, PMII UINAM Gelar Webinar UU Cipta Kerja

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar