Terkini, Makassar – Di sela pelaksanaan Simposium Nasionalis di Hotel Unhas, Rabu, 26 Februari 2025, Universitas Hasanuddin melakukan pencanangan Pusat Kajian Hirilisasi Nikel di Indonesia.
Sebagai informasi, simposium ini digelar Ikatan Alumni (IKA) Teknik Unhas. Acara ini menjadi salah satu rangkaian momen dari acara tahunan Halal bi Halal IKA Teknik Unhas 2025.
Adapun pencanangan tersebut dilakukan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, bersama Koordinator Perencanaan, Produksi, dan Pemanfaatan Minerba ESDM Andy Wijayanto; DPP Penambang Nikel Rizal Kasti; Deputy Chief Operating Officer PT Vale Indonesia Abu Azhar; serta jajaran IKA serta Fakultas Teknik Unhas.

Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa di Makassar, Rabu, mengatakan untuk mewujudkan hilirisasi nikel membutuhkan teknologi yang maju dan berbagai inovasi.
Artinya hilirisasi ini bukan hanya bermodalkan keinginan namun butuh komitmen dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
- Momentum Hardiknas, BNI Perluas Program Beasiswa hingga Wilayah 3T
- Suwardi Nahkodai Kosgoro 1957 Nunukan 2026--2031, Siapkan Program Pemberdayaan Masyarakat
- Dr Aspa Muji Resmi Dilantik Pj Sekda, Langkah Strategis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Jeneponto
- Perkara Peredaran 544 Kayu Ilegal di Makassar Masuk Tahap II, Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan
- Program Aku Hatinya PKK Jadi Andalan Makassar Perkuat Ketahanan Pangan
“Juga dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dengan industri, baik dari dalam ataupun luar negeri karena mereka telah memiliki pengalaman (kelola tambang nikel),” ujarnya pada acara Simposium Nasional bertema “Hilirisasi Nikel Indonesia” di Unhas Hotel Makassar.
Dijelaskan pula bahwa pencanangan ini dilakukan untuk mengoptimalisasi upaya hilirisasi nikel yang merupakan bagian dari Asta Cita pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Hilirisasi nikel sejauh ini terhambat oleh beberapa faktor, salah satunya corporate culture,” bebernya.
Prof Jamaluddin katakan bahwa Pusat Kajian Hilirisasi Nikel di Indonesia ini menjadi langkah awal kebangkitan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat, disegani bangsa lain, dan tidak menjadi tertawaan bangsa lain.

“Saya yakin mereka menertawai kita, kita beli sendok mahal, stainless steel, padahal bahan bakunya dari kita,”imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
