Terkini.id, Jakarta – Buntut kelangkaan minyak goreng, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi untuk membahas persoalan melonjaknya harga komoditas, khususnya minyak goreng.
Namun dalam Rapat Kerja Gabungan DPR RI pada Selasa, 15 Maret lalu. Mendag tidak hadir.
DPR mengatakan hendak menjemput paksa di rapat ketiga apabila tidak hadir lagi.
“Apabila menteri perdagangan tidak hadir di rapat hari ini, akan ada undangan yang ketiga, jemput paksa,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima dilansir dari laman Keuangan News pada Rabu, 16 Maret 2022.
Sebelumnya diketahui bahwa minyak goreng langka terjadi usai Mendag menetapan HET.
- Jokowi : Ironis Kita Malah Mengalami Kesulitan Minyak Goreng
- Menurut Rocky Gerung Megawati Yang Menjadi Sumber Terkuaknya Mafia Minyak Goreng
- Kejagung Tetapkan Dirjen Kemendag Jadi Tersangka Kasus Korupsi Minyak Goreng, Terungkap Sudah Musuh Ibu-Ibu Selama Ini
- Gula Pasir Mulai Langka di Pasaran Setelah Sulit Dapat Minyak Goreng
- Erick Thohir Sentil Pegusaha Minyak Goreng, Ini Data Pabrik di Indonesia
Dalam analisa Lutfi, ia mengklaim penyebab langkahnya minyak goreng di Indonesia dengan sejumlah alasan.
Ia pernah menyebut akar masalah itu disebabkan oleh adanya serangan Rusia ke Ukraina.
“Perlu diketahui, invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan harga-harga tinggi,” katanya usai memantau ketersediaan bahan pangan dan minyak goreng di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat pada Kamis, 17 Maret 2022.
Karena terhambat impor Sun Flower akibat perang, akhirnya Indonesia beralih untuk digantikan dengan minyak sawit mentah atau ekspor crude palm oil (CPO). Sehingga harga CPO melonjak tajam yang tadinya seharga Rp 14 ribu menjadi Rp 18.000.
Selain itu, ia juga pernah berspekulasi terdapat mafia di balik langkanya minyak goreng di pasaran.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
