Minyak Goreng Langka Jadi Rebutan Emak-emak, Nicho Silalahi: Tanda-tanda Gejolak Sosial, Ga Lama Pecahlah Kerusuhan

Minyak Goreng Langka Jadi Rebutan Emak-emak, Nicho Silalahi: Tanda-tanda Gejolak Sosial, Ga Lama Pecahlah Kerusuhan

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Beredar video yang memperlihatkan gerombolan ‘emak-emak’ sedang memperebutkan minyak goreng pada salah satu toko sembako. Hal ini sebagaimana diunggah oleh akun @QaillaAsyiqah pada Jumat 11 Februari 2022.

Dari video tersebut, terlihat ibu-ibu berdesakan demi mendapatkan minyak goreng. Dalam cuitannya tertulis, “antrian beli minyak goreng disebuah Toserba. Lokasi: Jalan Jend. Sudirman Pemalang.”

Selain itu, masih dengan akun yang sama, terlihat video ibu-ibu di daerah Kabupaten Pringsewu yang berkerumun berebut minyak goreng.

Kelangkaan minyak goreng sepertinya terjadi pada hampir di tiap daerah di Indonesia. dilansir dari Tempo, kelangkaan ini terjadi sejak pemerintah menetapkan kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14 ribu dengan mekanisme subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawir (BPDPKS).

Kebijakan itu berlaku mulai efektif 19 Januari dan merupakan respons atas peningkatan harga acuan crude palm oil (CPO). Peningkatan harga CPO sebelumnya telah mendorong harga minyak goreng menembus lebih dari Rp 20 ribu per liter.

Baca Juga

Karena dianggap tidak efektif, kebijakan minyak tersebut diganti dengan aturan harga eceran tertinggi (HET) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2022. Beleid ini juga dibarengi kewajiban domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO).

Melalui aturan itu, pemerintah mewajibkan produsen memenuhi tingkat kebutuhan dalam negeri jika ingin mengekspor minyak goreng. Volume pemenuhan kebutuhan domestik ini 20 persen dari total volume ekspornya.

Artinya, jika tak memenuhi kewajiban DMO 20 persen, pemerintah tidak akan membuka keran ekspor. Tapi anehnya, setelah aturan tersebut terbit, minyak goreng malah makin raib di supermarket.

Fenomena kelangkaan minyak goreng ini pun menjadi perhatian pegiat media sosial Nicho Silalahi. Nicho mengingatkan bahwa akibat kelangkaan ini, bisa memicu terjadinya gejolak sosial.

“Tanda2 Gejolak Sosial,” ujar Nicho melalui akun Twitternya pada Jumat 11 Februari 2022.

Nicho menceritakan pengalamannya selama berada di kampung halamannya di Medan. Saat itu, ia melihat banyak orang yang antri membeli minyak goreng. Namun tidak lama setelah itu, terjadi kerusuhan.

“Jadi keingat dulu waktu tinggal di Prumnas Mandala Medan banyak yang antri minyak goreng, ga lama dari situ pecahlah kerusuhan,” ujar Nicho sembari memberi peringatan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.