Di Balik Kelucuan Pengamen Badut di Kota Makassar, Ada Eksploitasi Anak

Di Balik Kelucuan Pengamen Badut di Kota Makassar, Ada Eksploitasi Anak

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Pengamen badut dengan kostum berkarakter kartun kian marak di Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar pun kesulitan melakukan penertiban.

Dalam lima bulan terakhir, Dinas Sosial Kota Makassar telah menjaring sekitar 50 orang. Hanya saja hal itu tak memberi efek berarti.

Keberadaannya mengisi sejumlah perempatan jalan di tengah kemacetan dengan iringan lagu dangdut jadi hiburan tersendiri bagi pengendara. Pengamen tersebut pun berjoget dengan gesit dan lincah.

Di balik kostum yang bertemakan sejumlah tokoh kartun dan animasi yang imut dan lucu tersebut, ada sisi gelap di mana sebagai besar dari mereka adalah anak-anak di bawah umur. Mereka adalah korban eksploitasi.

Pengamen cilik tersebut, antara lain, terpantau di perempatan Jalan Ratulangi, Jalan Sungai Saddang dan Jalan Veteran. Begitu pun area Jalan Masjid Raya, Jalan Bandang dan Jalan Veteran Utara.

Baca Juga

Salah satu pengamen badut, (Ru) mengaku diajak oleh tetangganya yang sekaligus penyedia kostum. Dia mengatakan mampu meraup ratusan ribu per hari bila seharian berjoget di lampu merah. Hanya saja uang tersebut, kata dia, disetorkan kepada pemilik kostum.

“Kadang sampai ratusan ribu,” kata Aldi, Senin, 2 Januari 2023.

Dia mengaku awalnya kostum tersebut membuat gerah dan berat saat digunakan. Hanya saja, dia mengaku sudah terbiasa dan bisa menyesuaikan diri.

“Biasami,” katanya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Makassar, Andi Eldi menerangkan pihaknya setidaknya telah menahan sekitar 50 badut di sejumlah titik perempatan jalan dalam lima bulan terakhir.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.