Terkini.id, Jakarta – Dai Nahdlatul Ulama (NU), Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah menanggapi tudingan beberapa pihak yang mencap dirinya kafir karena berorasi dalam acara peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Penjaringan, Jakarta.
Respons Gus Miftah itu dapat dilihat dalam acara Rosi Spesial Lebaran yang ditayangkan di Kompas TV pada Kamis, 6 Mei 2021.
Dalam acara itu, Gus Miftah menerangkan bahwa ia menghadiri acara tersebut bukan atas permintaannya sendiri, melainian diundang oleh pihak GBI melalui Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini.
“Saya diundang oleh teman-teman di GBI itu melalui Sekjen PBNU, karena kebetulan mereka punya akses melalui Sekjen PBNU Gus Helmy,” katanya.
Gus Miftah juga mengungkapkan bahwa ada tokoh-tokoh lain yang hadir, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
- Dikabarkan Berseteru dengan Uya Kuya, Gus Miftah Angkat Bicara
- Gus Miftah Sempat Bingung dengan Kasus KDRT Rizky Billar, Ini Penyebabnya!
- Gus MIftah Kaget Ketahui Agama Farel Prayoga: Yowes Rapopo!
- Farel Prayoga Disuruh Ngaji, Gus Miftah Kaget Dengar Jawabannya
- Polemik Ferdy Sambo, Gus Miftah: Jangan Sombong, Baca Surah Ali-Imran Ayat 26!
“Enggak (sendirian), ada Gubernur DKI, Sekjen PBNU, kemudian ada FKUB, tokoh-tokoh agama, dan mereka tanda tangan prasasti kerukunan,” terangnya.
Sejumlah tokoh itu hadir untuk mendandatangani prasasti kerukunan. Sedangkan Gus Miftah sendiri diberi kesempatan untuk menyampaikan orasi kebangsaan.
“Kalau ada yang mengatakan ‘Miftah kafir masuk gereja’, saya meyakini kok, insyaallah sampai hari ini iman saya masih utuh,” ujar Gus Miftah.
Gus Miftah mengaku dapat memahami jika ada beberapa orang tidak sepakat dengan apa yang ia lakukan. Ia pribadi mempersilakan orang-orang menyalahkannya.
Kendati demikian, kata Gus Miftah, apa pun yang terjadi, hal itu tidak akan melunturkan imannya kepada agama Islam.
“Banyak (tekanan), bahkan arahnya personal, dan saya fine-fine saya. Saya selalu mengatakan, ‘kita tidak bisa mengatur ombak tetapi kita bisa belajar berselancar’,” ungkap Gus Miftah.
“Kita tidak bisa mengatur omongan orang lain kepada kita, yang bisa kita lakukan hanyalah menghadapi omongan mereka,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
