Masuk

Didatangi Anggota DPRD Jeneponto, Ibu yang Tak Punya Beras Menangis Histeris

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jeneponto – Anggota DPRD Jeneponto dari fraksi Golkar, Amin Tantu, menyambangi keluarga yang menangis karena tidak punya beras untuk dimasak.

Legislator Partai Golkar ini mengunjungi keluarga Saenab Daeng Memang, Jumat, 20 Desember 2019, usai membaca pemberitaan di media.

Setiba di kediaman Saenab, anggota DPRD Jeneponto dari Dapil Tamalatea Bontoramba itu sangat prihatin melihat kondisi keluarga tersebut.

Baca Juga: Beras Bansos Presiden Ditemukan Terkubur di Depok

Amin Tantu mengunjungi keluarga Saenab dengan memberi bantuan Sembako dan seragam sekolah untuk cucunya yang putus sekolah karena tidak punya seragam sekolah.

Saenab Daeng Memang pun menangis histeris saat dikunjungi dan diberi bantuan oleh Amin Tantu.

“Terima kasih Karaeng, saya tidak punya keluarga di sini pak,” tutur Saenab yang tak kuasa menahan tangis.

Baca Juga: Puan Maharani Bagikan Beras dengan Gambar Wajahnya: Empati Pada Rakyat Sebagai Ketua DPR!

Mata Amin Tantu pun terlihat berkaca-kaca dan meneteskan air mata lantaran terharu melihat wanita paruh baya itu menangis histeris sambil menjabat tangannya.

“Sabar ya Bu, hadapi cobaan ini dengan ketabahan. Insya Allah kita akan diberi rejeki oleh Allah SWT,” tutur Amin Tantu.

Amin Tantu juga mengajak Saenab dan suaminya, Alimuddin, serta anak dan cucunya untuk tinggal di rumahnya

“Ada rumah kami yang kosong ibu, mauki tinggal di situ, di sana maki tinggal sambil berusaha,” ajak Amin Tantu.

Baca Juga: 46 Ton Beras Gambar Puan Maharani Dibagikan Jelang Lebaran, PDIP: Bentuk Empati Pada Rakyatnya!

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu yang berprofesi sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) di Jeneponto menangis lantaran mau memasak tapi tak mempunyai beras.

Saenab Daeng Memang diketahui merupakan nenek dari Anisa Ramadani, bocah putus sekolah karena ditinggal sang ibu.

Suami Saenab yakni Alimuddin kesehariannya hanya bekerja sebagai penjaga masjid di Kampung Tamanroya, Kelurahan Tamanroya, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Saenab sekeluarga tinggal di gedung bekas sekolah yang sudah tidak layak huni, dengan dinding yang hampir rubuh, atap yang keropos dan sebagian atapnya sudah terbang terbawa angin.