Terkini.id, Jeneponto – Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) menggelar aksi unjuk rasa terkait beberapa dugaan korupsi di RSUD Lanto Daeng Pasewang Pasewang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto.
Dari Pantauan terkini.id, aksi unjuk rasa itu berlangsung di Kantor Bupati Jeneponto, jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin, 15 Maret 2021, sekita puku 11.45 Wita.
Usai berorasi, para pengunjuk rasa di arahkan masuk ke uang Pola Panrannuanta Kantor Bupati Jeneponto dan diterima langsung oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Nur Alam Basir dan Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, drg. Bustamin.
Dalam pertemuan itu, para demonstran meminta tanggapan dari pihak Disdikbud dan RSUD Lanto Daeng Pasewang terkait dengan dugaan adanya kerugian negara dalam anggaran tahun 2019.
Ketua PB HPMT, Edy Subarga menyampaikan, adanya dugaan pemotongan dana 30 persen anggaran rehab di SDN 84 Ganrang-Ganrang di Kelurahan Bontoa, rehab ringan Jambang tahun anggaran 2019 dan pembangunan gedung PAUD percontohan di Kecamatan Tamalatea tahun 2020.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto Nur Alam membantah dugaan pemotongan tersebut.
“Terkait dugaan pemotongan itu tidak benar, karena dana alokasi khusus tahun 2019 itu di transfer masuk ke rekening masing masing sekolah, dan jika ada yang melakukan pemotongan saya akan tindak tegas,” terang Nur Alam.
Dimana sebelumnya diberitakan, Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 84 Ganrang-Ganrang Kelurahan Bontoa Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto direhab dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto.
Gedung SDN 84 Ganrang-Ganrang yang direhabilitasi itu sebanyak tiga ruang kelas, yang sudah direhab beberapa tahun lalu.
Anehnya, Kepala SDN 84 Ganrang-Ganrang, Hernawati tidak tahu berapa jumlah dana DAK untuk anggaran rehabilitas tiga ruang gedung sekolahnya.
“Tidak saya ingat berapa jumlah anggarannya, nanti kita lihat kalau sudah dipasang papan angggarannya,” kata Hernawati kepada terkini.id, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu, 18 September 2019.
Padahal, Dana DAK rehab sekolah langsung masuk di rekening sekolah, dan pencairannya Kepala Sekolah dan bendahara DAK.
Bendahara DAK, Fitriani mengaku, sebelum mengundurkan diri, dirinya sudah mencairkan dana sebanyak kurang lebih Rp 86 juta.
“Sudah Rp86 juta yang cair dananya, tapi saya sudah mengundurkan diri karena tidak ada guru di sini yang dilibatkan,” ungkap Fitriani.
Sedangkan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Jeneponto, Jabal Nur, mengatakan, rehabilitasi SDN 84 Ganrang-Ganrang sebanyak tiga ruangan dan WC.
“Dana rehab sekolah itu Rp 77 juta persatu ruangan, jadi kalau tiga ruangan Rp 77 juta dikali tiga ruangan, itu Kepala sekolah yang kelolah,” kata Jabal Nur kepada terkini.id, Selasa, 17 September 2019 di ruangannya.
Mirisnya, dalam rapat sebelum rehab sekolah dimulai dikerja, Kepala SDN 84 Ganrang-Ganrang menyampaikan bahwa ada potongan di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Jeneponto sebanyak Rp 30 persen
“Sempat Kepala sekolah sampaikan dalam rapat, bahwa ada potongan dana 30 persen, katanya Dinas Pendidikan, jadi ditanggapi siapa yang mau bertanggungjawab dengan dana yang dipotong, kepala sekolah bilang lagi potongan hanya 30 juta,” kata Bendahara DAK SDN 84 Ganrang-Ganrang, Fitriani.
Dimana diketahui, dana DAK untuk rehab tiga ruangan dan Pembangunan WC SDN 84 Ganrang-Ganrang, sebanyak Rp 345 juta, dengan rincian, Dana Rehab tiga ruangan sebanyak Rp 231 juta dan Pembangunan WC sebanyak Rp 114 juta.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
