Diduga Istri Ferdy Sambo Alami Kekerasan, Novita Tandry: Kondisi Fisik Putri Bagus

Diduga Istri Ferdy Sambo Alami Kekerasan, Novita Tandry: Kondisi Fisik Putri Bagus

R
Fahri Setiadi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Diduga Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi alami kekerasan. Namun, hal itu dibantah langsung oleh psikolog, Novita Tandry yang dipercaya untuk mendampinginya. Ia menyebut kondisi fisik Putri bagus, Kamis 21 Juli 2022.  

Dilansir dari kumparan.com, Senin 18 Juli 2022, beredar kabar istri Ferdy Sambo, Putri, ikut mengalami kekerasan fisik. Akan tetapi, hal tersebut dibantah oleh Novita Tandry, psikolog yang ditunjuk Polda Metro Jaya untuk mendampingi Putri.

“Saya bertemu Ibu Putri. Dia dalam kondisi fisik yang bagus,” sebutnya.

Kata Novita, Putri memakai pakaian lengan pendek ketika bertemu dengannya. Tidak terlihat tanda-tanda lebam di wajah dan tubuh Putri.

Walaupun demikian, menurutnya, kondisi psikis Putri tidak baik. Ia terguncang.

Baca Juga

“Dia belum bisa berkomunikasi dengan baik. Beberapa kali menangis. Merasa malu karena jadi sorotan utama media pekan ini,” ucap Novita.

Di samping itu, pengacara Sambo, Arman Hanis membenarkan Putri trauma berat dan dalam perawatan intensif. Dia juga menyanggah sang istri Kadiv Propam turut mendapat kekerasan.

“Tidak benar sama sekali. Itu informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Selain itu, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso berkomentar, untuk mengetahui kebenaran kabar Putri juga menerima kekerasan, dia seharusnya juga ikut diperiksa.

IPW menegaskan, kasus kematian Brigadir Yosua mesti dikawal secara profesional karena melibatkan Sambo yang notabene jenderal bintang dua.

“Bongkar kejanggalan-kejanggalannya, terutama soal asal sayatan-sayatan (di tubuh Yosua). Jangan sampai ada impunitas,” jelas Sugeng.

Diketahui kini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah membentuk tim gabungan untuk mengusut kasus kematian Yosua dengan metode scientific crime investigation. Dalam tim ini, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono bertindak sebagai penanggung jawab, dan Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, sebagai ketua tim.

Terkait itu, Kapolri mengajak Komisi Kepolisian Nasional dan Komnas HAM untuk ikut dalam tim itu. Menurut Listyo, “Polri akan melakukan semua proses secara objektif, transparan, dan akuntabel. Dan temuan-temuan yang didapat tim gabungan menjadi kesimpulan untuk melengkapi proses yang saat ini dilaksanakan penyidik,” jelasnya.

Kemudian Kompolnas memenuhi ajakan Kapolri untuk bergabung pada tim penyelidik, Komnas HAM memutuskan untuk melakukan penyelidikan sendiri secara independen.

“Secara kelembagaan kami independen, makanya tidak bergabung di timsus, tapi saling kerja sama,” ungkap Komisioner Komnas HAM Choirul Anam.

Polri juga mengatakan membuka akses lebar kepada Komnas HAM untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar.

Anam mengatakan, Komnas HAM bakal memeriksa siapa pun pihak yang terlibat, termasuk Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo; istrinya, Putri Candrawathi; maupun Bharada E. Komnas HAM juga bakal memeriksa langsung ke TKP.

“Bertemu dengan keluarga (Brigadir Yosua) adalah langkah pertama kami. Setelah itu kami akan panggil teman-teman di pihak lain, polisi, dokter, siber, termasuk Pak Irjen Sambo dan istrinya, kami harap bisa bertemu langsung,” imbuhnya Anam, Minggu 17 Juli 2022.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.