Terkini.id, Jakarta – Kuwait tengah menghadapi krisis likuiditas akibat anjloknya harga minyak. Bahkan pemerontaj Kuwait menyampaikan tidak akan memiliki cukup dana untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) setelah November.
Pengakuan tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Kuwait Barak Al-Sheetan saat memperingatkan parlemen tentang kondisi keuangan.
Menurut Bloomberg, Al-Sheetan mengonfirmasi bahwa pemerintah menarik Dana Cadangan Umum sebesar 1,7 miliar dinar per bulan.
Al-Sheetan menambahkan, “Likuiditas akan segera menipis jika harga minyak tidak membaik dan jika Kuwait tidak bisa meminjam dari pasar lokal dan internasional.
Dia menjelaskan, defisit anggaran Kuwait meningkat hingga 69% menjadi 5,64 miliar dinar pada tahun fiskal lalu. Pemerintah memperkirakan defisit akan menjadi lebih dari 14 miliar dinar dalam tahun fiskal sekarang, berakhiri pada 31 Maret.
- Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni Peringati Hari Buruh Internasional
- Momentum Hardiknas, BNI Perluas Program Beasiswa hingga Wilayah 3T
- Suwardi Nahkodai Kosgoro 1957 Nunukan 2026--2031, Siapkan Program Pemberdayaan Masyarakat
- Dr Aspa Muji Resmi Dilantik Pj Sekda, Langkah Strategis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Jeneponto
- Perkara Peredaran 544 Kayu Ilegal di Makassar Masuk Tahap II, Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan
Dia menyatakan gaji dan subsidi mencakup 76% dari seluruh belanja. “Dalam jangka menengah hingga panjang, ketidakadaan pinjaman, langkah pengetatan akan diterapkan pada belanja publik,” ujar dia.
Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan keuangan pemerintah perlu tumbuh pada level yang cepat saat posisi likuiditas melemah.
“Al-Sheetan harus melepas posisinya daripada mengancam warga dengan gaji mereka,” kata anggota parlemen Kuwait Riyadh Al-Adsani yang menyebut menteri keuangan merilis dokumen yang tidak masuk akal untuk mengatasi krisis itu.
Ekonomi Kuwait sudah negatif akibat wabah virus corona dan turunnya harga minyak. Apalagi OPEC berencana mengurangi produksi minyak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
