Terkini.id, Jakarta – Staf Khusus Menteri Keuangan atau Safsus Menkeu, Yustinus Prastowo menanggapi politisi Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana yang menyebut bahwa Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paling dibenci oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Ia mempertanyakan apakah pernyataan politisi Demokrat itu benar sebab ia meyakini bahwa birokrat bekerja profesioanl untuk Pemerintah dan melayani rakyat.
“Mosok Pak SBY dibenci PNS?” kata Yustinus Prastowo melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 30 November 2021.
“Birokrat itu bekerja profesional untuk pemerintah dan melayani rakyat,” sambungnya.
Sebelumnya, Panca mengunggah data perbandingan kenaikan gaji PNS dari era Presiden GusDus hingga Presiden Jokowi.
Dalam gambar yang ia unggah, dikatakan bahwa Gus Dur adalah Presiden terbaik dalam hal kesejahteraan PNS, meskipun hanya menjabat dua tahun.
Disebutkan bahwa pada tahun 2002, Presiden Gus Dur menaikkan gaji PNS sebanyak 250 persen. Lalu pada 2003, Gus Dur mengeluarkan tunjangan masuk ke gaji pokok.
Sementara, SBY juga terus menaikkan gaji dari tahun ke tahun selama 10 tahun menjabat dari 2006 hingga 2014.
Untuk Era Megawati Soekarnoputri dari 2003 hingga 2005 tidak ada kenaikan gaji sama sekali.
Sementara, untuk era Presiden Jokowi, dari 2015 hingga 2018 tidak ada kenaikan gaji. Barulah pada 2019 ada kenaikan gaji sebesar 5 persen.
“Emang beda kalau dilihat pakai data perbedaannya. Gaji PNS dari masa ke masa,” kata Panca melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 30 November 2021.
“Tapi tetap aja SBY dibenci sama PNS terutama sama @dayatia,” sambungnya.
Terkait data ini, Yustinos Prastiwo mengatakan bahwa perbandingan gaji tersebut mengecoh.
Menurutnya, di era Presiden Jokowi, justru skema tunjangan kinerja yang diperkuat sebagai bagian reformasi birokrasi.
“THR PNS (Gaji ke-14) itu baru ada Tahun 2016,” katanya.
Jadi, menurut Yustinus Prastowo, kalau Panca mau membuat perbandingkan, maka buatlah perbandingan THP (take home pay), lalu perhitungkan faktor inflasi.
“Jika inflasi rendah, artinya penghasilan tidak tergerus. Atau simulasikan kenaikan gapok vs THR, besar mana?” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
