Terkini.id, Jakarta – Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat Menko Maritim dan Investasi.
Terkait program kerja kementerian yang akan dipimpinnya, Luhut mengatakan telah mempunyai gambaran umum dari arahan presiden.
“Saya dipanggil di-brief tugas ke depan menangani maritim dan investasi dan beliau memberikan arahan untuk penyelesaian masalah investasi untuk petrochemical, B20, untuk kurangi impor gas,” kata Luhut, seperti dilansir dari Detik, Selasa, 22 Oktober 2019.
Ia pun memastikan akan berkoordinasi jabatan yang diembannya pada Kabinet Kerja ditambah tugas serta wewenang baru, yakni investasi.
“Presiden minta supaya inefisiensi di berbagai lembaga betul-betul dilihat. Saya diminta membantu melihat itu juga,” ujar Luhut.
- Pemerintah Sudah Larang Ekspor Bauksit, Sebentar Lagi Tembaga dan Timah
- Pelaku Ekspor Ilegal Nikel 5 Juta Ton Akhirnya Diungkap Luhut Panjaitan, Bukan dari Sulawesi
- Suasana Ruang Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Binsar Mendadak Riuh
- Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan Soal OTT KPK Tuai Berbagai Tanggapan
- Luhut Binsar Pandjaitan Angkat Bicara Soal Pencabutan PPKM
“Jadi kita harus mangkas keinginan-keinginan tidak benar, sehingga pidato beliau mencopot siapa saja yang tidak benar dan saya akan melakukan tugas itu dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
Selain Luhut, Budi Karya Sumadi juga diminta Jokowi kembali menjabat Menteri Perhubungan.
Yasonna H Laoly juga diminta untuk menjabat Menkum HAM dan Sri Mulyani untuk Menteri Keuangan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
