Masuk

Singgung Luhut yang Klaim Banyak TKA China di Indonesia Karena Kesalahan Bersama, Demokrat: Giliran Salah Ngajak

Komentar

Terkini.id, Jakarta –  Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap turut angkat bicara mengenai pernyataan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan terkait tenaga kerja asing (TKA) yang banyak bekerja di sektor tambang.

Sebelumnya, Luhut mengatakan bahwa banyaknya TKA China yang bekerja di tambang merupakan kesalahan bersama.

Menanggapi hal tersebut, melalui cuitan akun Twitter pribadinya, Yan mengaku tampak heran mengapa kedatangan TKA China dikatakan sebagai kesalahan sendiri.

Baca Juga: Vale Sabet Tiga Penghargaan ISDA Award 2022 Terkait Program Pemberdayaan Masyarakat

“Kesalahan kita? Giliran salah, ngajak2 kita. Pas lagi ‘cuan’?,” ujarnya mengutip Galamedia dari akun Twitter @YanHarahap pada Selasa, 23 November 2021.

Selain itu, Luhut mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) asal Indonesia yang kurang terampil, membuat TKA yang bekerja di bidang tambang dan proyek smelter semakin banyak.

Di mana jumlah TKA di Indonesia, khususnya dari China, bertambah banyak dalam kurun beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Jalin Kerjasama Dengan LPPM IPB, Polbangtan Kementan Jadikan Dosen Sebagai Peneliti Bersertifikasi Internasional

Adapun industri Tanah Air yang cukup banyak menyerap TKA asal China adalah proyek tambang dan smelter.

“Sekarang kita tidak mau hanya ekspor raw material, kita mau itu jadi satu kesatuan. Ini kesalahan kita berpuluh-puluh tahun, kita perbaiki,” ujar Luhut dikutip dari Kompas.com, Minggu 21 November 2021.

“Memang ada kritik awalnya, ‘kenapa enggak pakai tenaga Indonesia?’ Memang tidak ada,” sambungnya.

Luhut menuturkan, alasan banyak TKA yang bekerja di bidang tambang dan smelter lantaran beberapa perusahaan sulit menemukan SDM Indonesia yang kompeten.